• Buletin Al-Ikhlash

    Diterbitkan Oleh:
    Seksi Dakwah Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlash Wuluhan Jember.
    Penasehat:
    Ust.Ahmad Amar Syarif
    Pemimpin Redaksi:
    Ust. Muhammad Ayyub
    Pemimpin Usaha:
    Ibnu Muchsin Al-Rosi
    Dewan Redaksi:
    Ust. Ahmad Amar Syarif,
    Ust. Muhammad Ayyub,
    Ust. Hamzah Amali,
    Ust. Abdullah Muid.
    Sekretaris:
    Abu Owais
    Keuangan:
    Fredy
    Sirkulasi dan Distribusi:
    Abu Ismail, Ihsan,
    Alamat Redaksi:
    Pondok Pesantren Al-Ikhlash No.76, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Indonesia. Telp (0336) 621286. Tromol Pos 01.
    Info Berlangganan:
    Infaq Rp.200/lembar Untuk luar kota pemesanan minimal @50 eks =Rp 50.000/bulan (Jawa) & Rp 55.000/bulan (Luar Jawa) - Sudah termasuk ongkos kirim. Rekening 8910152361 BCA a/n A.Hadiq. Hub: 081342298660.
    Layangkan Pertanyaan:
    Via SMS dan Telp ke (0331) 7804690
  • November 2012
    S S R K J S M
    « Jul   Mar »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • Meta

  • Kajian Salaf

Mencabut Uban

Rambut putih [uban] laksana cahaya, kewibawaan, kesantunan, dan keteguhan. Kegemaran mencabut uban berarti ketidak- sukaan memperoleh pahala, baik itu ada di rambut kepala, di jenggot, maupun di bulu pipi. Karena alasan itu, mencabut uban dilarang di dalam syariat. Ibnul Arabi mengatakan, ‘Yang dilarang hanyalah mencabut uban, bukan mewarnainya. Sebab, pada tindakan mencabut uban tersebut mengandung unsur pengubahan ciptaan Allah Ta’ala dari aslinya. Sementara mewarnainya bukan termasuk tindakan mengubah ciptaan dalam pandangan orang.’

Mayoritas ulama – di antaranya Imam empat madzhab – memakruhkan mencabut uban. Ketika mengambil keputusan itu mereka berlandaskan pada beberapa riwayat, di antaranya :

Dari Ka’ab bin Ujarah ia berkata, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

‘Barangsiapa tumbuh uban di dalam keadaan memeluk Islam, maka kelak uban akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.’

[Hasan. HR. At-Tirmidzi dan An-Nasai]

Dari Amr bin Syu’aib meriwayatkan dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Salllam bersabda, ‘Janganlah kalian mencabut uban, karena uban itu adalah cahaya bagi seorang muslim pada hari kiamat.’

[Hasan. HR. Abu Dawud 4202, At-Tirmidzi 2821]

Dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata,

‘Kami tidak suka seseorang mencabuti rambut putih dari kepala dan jenggotnya.’

[HR. Muslim 2341]

Yang dilarang adalah mencabut , adapun mencukur uban yang di kepala maka hal itu diperbolehkan. Sedang yang dijenggot dan yang dipipi tidak diperbolehkan.

2 Tanggapan

  1. bukankah Islam adalah agama yang mencintai keindahan??

  2. Ya.allah..terima kasih banyak untuk postingnya…saya baru tahu kalau ternyata uban itu dilarang untuk dicabut…teriima kasih AL IKHLAS semoga lebih banyak lagi Posting nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: