• Buletin Al-Ikhlash

    Diterbitkan Oleh:
    Seksi Dakwah Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlash Wuluhan Jember.
    Penasehat:
    Ust.Ahmad Amar Syarif
    Pemimpin Redaksi:
    Ust. Muhammad Ayyub
    Pemimpin Usaha:
    Ibnu Muchsin Al-Rosi
    Dewan Redaksi:
    Ust. Ahmad Amar Syarif,
    Ust. Muhammad Ayyub,
    Ust. Hamzah Amali,
    Ust. Abdullah Muid.
    Sekretaris:
    Abu Owais
    Keuangan:
    Fredy
    Sirkulasi dan Distribusi:
    Abu Ismail, Ihsan,
    Alamat Redaksi:
    Pondok Pesantren Al-Ikhlash No.76, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Indonesia. Telp (0336) 621286. Tromol Pos 01.
    Info Berlangganan:
    Infaq Rp.200/lembar Untuk luar kota pemesanan minimal @50 eks =Rp 50.000/bulan (Jawa) & Rp 55.000/bulan (Luar Jawa) - Sudah termasuk ongkos kirim. Rekening 8910152361 BCA a/n A.Hadiq. Hub: 081342298660.
    Layangkan Pertanyaan:
    Via SMS dan Telp ke (0331) 7804690
  • Maret 2010
    S S R K J S M
    « Feb   Jul »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Meta

  • Kajian Salaf

Memelihara Jenggot

Jenggot atau didalam bahasa Arab disebut dengan lihyah adalah rambut yang tumbuh di atas kedua belah pipi dan dagu yang menurun dari cambang.

Jenggot adalah perhiasan dan tanda kesempurnaan bagi laki-laki. Allah benar-benar telah memperindah jasad laki-laki dengan jenggot yang ia miliki dan memperindah wanita dengan ketiadaan jenggot. Membiarkan jenggot tumbuh adalah termasuk dari salah satu fitrah yang diciptakan Allah Ta’ala untuk manusia sebagaimana yang disebutkan didalam hadits-hadits yang shahih.

Para ulama bahkan seluruh kaum muslimin sepakat tentang disyariatkannya membiarkan jenggot tumbuh.

Hanya saja, ulama berbeda pendapat tentang hukum memeliharanya dan hukum mencukurnya. Mayoritas ulama berpendapat bahwa membiarkan jenggot tumbuh hukumnya wajib, dan mencukurnya adalah haram. Keputusan ini didasarkan pada dalil-dalil berikut;

Œ Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan memelihara jenggot. Beliau bersabda, ‘Berbedalah dengan kaum musyrik, biarkan jenggot tumbuh dan potonglah kumis.’

[HR. Al-Bukhari 5892 dan Muslim 259].

 Mencukur jenggot merupakan penyerupaan terhadap orang-orang kafir sesuai dengan hadits diatas. Dan kita dilarang tegas menyerupai orang-orang kafir.

 Mencukur jenggot merupakan tindakan merubah ciptaan Allah dan sekaligus ketaatan kepada syetan yang berkata, sebagaimana yang disebutkan didalam Al-Qur`an, ‘ Dan akan aku suruh mereka [merubah ciptaan Allah], lalu benar-benar mereka merubahnya.

[QS; An-Nisa’ 119]

 Mencukur jenggot merupakan tindakan penyerupaan terhadap wanita, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melaknat kaum laki-laki yang menyerupai wanita.

[HR. Al-Bukhari 5892 dan Muslim 259]

Berhiaslah seperti berhiasnya para Nabi, para Shahabat, para Thabi’in, Imam-imam yang mulia, dan orang-orang yang shalih. Tidakkah hati tergerak untuk mencontoh mereka? Selamat mencoba..!

2 Tanggapan

  1. Insya-Allah saya akan pelihara jenggot saya.

  2. non mayorty ulama juga ada yang meligitimasi hidup tanpa jenggot… saya salut pada ashhabullihyah alladziina tahaqqoqu akhlaqorrasul washshaabih wattabi’in lahum biihsaan ilaayaumiddin…. jadi bener juga kalau mayority ulama melegitimasi pakai jenggot…robby fanfa’naa ..wasyukron.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: