• Buletin Al-Ikhlash

    Diterbitkan Oleh:
    Seksi Dakwah Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlash Wuluhan Jember.
    Penasehat:
    Ust.Ahmad Amar Syarif
    Pemimpin Redaksi:
    Ust. Muhammad Ayyub
    Pemimpin Usaha:
    Ibnu Muchsin Al-Rosi
    Dewan Redaksi:
    Ust. Ahmad Amar Syarif,
    Ust. Muhammad Ayyub,
    Ust. Hamzah Amali,
    Ust. Abdullah Muid.
    Sekretaris:
    Abu Owais
    Keuangan:
    Fredy
    Sirkulasi dan Distribusi:
    Abu Ismail, Ihsan,
    Alamat Redaksi:
    Pondok Pesantren Al-Ikhlash No.76, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Indonesia. Telp (0336) 621286. Tromol Pos 01.
    Info Berlangganan:
    Infaq Rp.200/lembar Untuk luar kota pemesanan minimal @50 eks =Rp 50.000/bulan (Jawa) & Rp 55.000/bulan (Luar Jawa) - Sudah termasuk ongkos kirim. Rekening 8910152361 BCA a/n A.Hadiq. Hub: 081342298660.
    Layangkan Pertanyaan:
    Via SMS dan Telp ke (0331) 7804690
  • Juni 2009
    S S R K J S M
    « Mei   Agu »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Meta

  • Kajian Salaf

Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Soal: Beberapa kelompok di daerah kami saling mengklaim bahwa kelompok merekalah yang paling ‘Ahlus Sunnah Wal Jama’ah’. Apakah hakikat yang sebenarnya dari ‘Ahlussunnah Wal Jamaah itu’? Mohon penjelasannya. [Abdullah-Di Bumi Allah]

Jawab :

Istilah Ahlussunnah wal Jama’ah merupakan frase [gabungan kata] yang terdiri dari tiga kata utama, yaitu ahlu, sunnah dan jama’ah. Ahlu artinya pengikut. Ahlussunnah berarti pengikut sunnah, sementara ahluljamaah berarti pengikut jama’ah. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan ahlussunnah dan ahlul jama’ah menurut tinjauan syari’at.

Pertama : Ahlussunnah

Secara bahasa kata As-Sunnah berarti sejarah [perjalanan hidup] dan jalan [metode] yang ditempuh. Ibnul Atsir dalam An-Nihâyah 2/223 berkata, ‘Dalam hadits berulang kali disebutkan kata as-sunnah dan pecahan katanya. Asal maknanya adalah sejarah hidup dan jalan yang ditempuh.’

Adapun definisi sunnah menurut ulama ‘aqidah adalah petunjuk yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para shahabatnya, baik tentang ilmu, i’tiqad [keyakinan], perkataan maupun perbuatan. Dan ini adalah as-sunnah yang wajib diikuti. Ibnu Rajab Al-Hanbali Rahimahullah dalam kitabnya ‘Jâmi’ul ‘Ulûm wal Hikâm hal.492’ berkata, ‘As-Sunnah ialah jalan yang ditempuh, mencakup di dalamnya berpegang teguh kepada apa yang dilaksanakan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para khalifahnya yang terpimpin dan lurus berupa keyakinan, perkataan dan perbuatan. Itulah as-Sunnah yang sempurna. Oleh karena itu generasi salaf terdahulu tidak menamakan as-sunnah kecuali kepada apa saja yang mencakup ketiga aspek tersebut.’

Dengan demikian, dapat dipahami dari keterangan diatas bahwa ahlussunnah adalah orang yang mengikuti sunnah dan berpegang teguh dengannya. Ibnu Hazm dalam ‘Al-Fishal 2/107’ berkata, ‘Ahlussunnah yang kita sebutkan adalah ahlulhaq [pengikut kebenaran]. Sedang selain mereka adalah ahlulbid’ah.  Ahlussunnah adalah para shahabat Radhiyallahu Anhum dan setiap orang yang menempuh jalan mereka dari kalangan tabi’in, lalu para ulama hadits, ulama fiqih dari satu generasi ke generasi selanjutnya sampai hari ini dan juga masyarakat secara umum yang mengikuti mereka, baik di belahan bumi barat maupun timur.’

KEDUA: AL-JAMA’AH

Secara bahasa ‘Jama’ah’ berarti kelompok dan bersatu; lawan katanya [antonimnya] adalah berpecah belah. Dalam hadits, banyak sekali disebutkan perintah untuk berjamaah dan larangan untuk berpecah belah, diantara hadits tersebut adalah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘…Sesungguhnya umat Islam ini akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali satu yaitu Al Jama’ah.’ [HR Ahmad 4/102, Abu Dawud 5/4597]

Adapun definisi Jama’ah menurut ulama ‘aqidah adalah generasi pertama dari ummat ini, yaitu kalangan shahabat, tabi’in serta orang-orang yang mengikuti dalam kebaikan hingga hari kiamat, karena berkumpul di atas kebenaran.’

Allamah Abdurrahman bin Ismail yang populer dengan panggilan Abu Syamah berkata, ‘Perintah untuk berpegang kepada jama’ah, maksudnya berpegang kepada kebenaran dan mengikutinya. Meskipun yang melaksanakan sunnah itu sedikit dan yang menyalahinya banyak. Karena kebenaran itu adalah apa yang dilaksanakan oleh jama’ah yang pertama, yaitu yang dilaksanakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para shahabat beliau Radhiyallahu Anhum. Tanpa melihat banyaknya pengikut kebathilan setelah mereka.’

Imam Asy-Syathibi Rahimahullah dalam ‘Al-I’tishâm 1/449’ berkata, ‘Sudah jelas bahwa jamaah dengan makna ini tidak mensyaratkan banyak sedikitnya pengikut, tapi yang disyaratkan adalah kesesuaiannya dengan kebenaran sekalipun diselisihi oleh mayoritas umat manusia.’

Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu, ‘Al-Jama’ah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun engkau sendirian.’

DEFINISI AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

Ahlussunnah wal Jama’ah adalah generasi shahabat, tabi’in, tabiut tabi’in dan seluruh ummat Islam yang mendasarkan hidupnya pada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman generasi shahabat serta menjadikan keduanya sebagai pedoman hidup. Mereka menjauhi perkara-perkara yang baru dan bid’ah dalam agama. Standar kebenaran mereka adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah serta ijmâk yang merupakan kesepakatan para shahabat dan juga ulama mujtahidin yang terpercaya sesudah mereka.

KESIMPULAN

Dari sini jelaslah bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah adalah setiap muslim yang mengikuti jejak para sahabat. Ahlussunnah bukan monopoli golongan tertentu. Tidak benar jika sebagian kelompok umat Islam menganggap dirinya satu-satunya Ahlussunnah sementara kelompok lainnya bukan Ahlussunnah. Ahlussunnah juga bukan sekedar nama, tetapi lebih dari itu ia merupakan manhaj, jalan hidup para sahabat yang harus dipraktikkan. Ukuran apakah seseorang termasuk Ahlussunnah atau tidak? Jawabnya bahwa tidak setiap orang yang mengklaim dirinya atau kelompoknya atau organisasinya atau jama’ahnya sebagai Ahlussunnah, itu benar-benar Ahlussunnah. Karena terkadang mereka menamakan dirinya Ahlussunnah tetapi dalam amalannya mereka tidak sesuai dengan AlQur’an dan as Sunnah. Namun jika jalan hidup mereka sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para sahabat, maka mereka itulah Ahlussunnah wal Jama’ah yang sebenarnya. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: