• Buletin Al-Ikhlash

    Diterbitkan Oleh:
    Seksi Dakwah Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlash Wuluhan Jember.
    Penasehat:
    Ust.Ahmad Amar Syarif
    Pemimpin Redaksi:
    Ust. Muhammad Ayyub
    Pemimpin Usaha:
    Ibnu Muchsin Al-Rosi
    Dewan Redaksi:
    Ust. Ahmad Amar Syarif,
    Ust. Muhammad Ayyub,
    Ust. Hamzah Amali,
    Ust. Abdullah Muid.
    Sekretaris:
    Abu Owais
    Keuangan:
    Fredy
    Sirkulasi dan Distribusi:
    Abu Ismail, Ihsan,
    Alamat Redaksi:
    Pondok Pesantren Al-Ikhlash No.76, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Indonesia. Telp (0336) 621286. Tromol Pos 01.
    Info Berlangganan:
    Infaq Rp.200/lembar Untuk luar kota pemesanan minimal @50 eks =Rp 50.000/bulan (Jawa) & Rp 55.000/bulan (Luar Jawa) - Sudah termasuk ongkos kirim. Rekening 8910152361 BCA a/n A.Hadiq. Hub: 081342298660.
    Layangkan Pertanyaan:
    Via SMS dan Telp ke (0331) 7804690
  • Mei 2009
    S S R K J S M
    « Feb   Jun »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Meta

  • Kajian Salaf

Manusia Berdebu

Sahabat Abdullah Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu menceritakan perihal ketekunannya dalam menuntut ilmu. Ia menggabungkan antara sikap rendah hati dan sabar terhadap berbagai kesulitan menuntut ilmu dan menghimpun hadits, sehingga angin menaburkan debu ke tubuhnya. Ia melakukan hal itu karena mengharapkan bisa mencium bau harum surga dan melewati shirath tanpa hisab.

Berikut ini dengarkanlah pengalaman yang dialaminya, sebagaimana yang dikatakannya:

“Aku selalu mendatangi shahabat-shahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk menanyakan kepada mereka tentang sebuah hadits. Jika ada sebuah hadits yang sampai kepadaku dari seorang shahabat, maka aku mendatanginya, dan jika dia sedang istirahat siang hari maka aku rebahkan diriku dengan beralaskan selendangku di depan pintunya, sedang angin menaburkan debu ketubuhku. Kemudian orang yang kutunggu itu keluar lalu berkata kepadaku, ‘Wahai anak paman Rasulullah mengapa sampai engkau datang kepadaku padahal engkau tinggal mengutus kurirmu untuk memanggilku maka aku pasti akan datang kepadamu?’ Aku menjawab, ‘Tidak. Akulah yang lebih berhak untuk datang kepadamu. Lalu aku menanyainya tentang hadits itu.” [Al-Ishabah 1/28]

Padahal jika Ibnu Abbas ingin agar mereka membangunkannya tentulah mereka mau membangunkan orang yang dimaksud, dan dia pasti merasa gembira dengan kedatangannya. Akan tetapi semangat dan cita-cita itulah yang membuatnya senang mendengar suara angin dan terpaan debu yang mengenai tubuhnya.

[Dari Kitab Ar-Raqâiq Muhammad Ar-Rasyid 283-284]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: