• Buletin Al-Ikhlash

    Diterbitkan Oleh:
    Seksi Dakwah Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlash Wuluhan Jember.
    Penasehat:
    Ust.Ahmad Amar Syarif
    Pemimpin Redaksi:
    Ust. Muhammad Ayyub
    Pemimpin Usaha:
    Ibnu Muchsin Al-Rosi
    Dewan Redaksi:
    Ust. Ahmad Amar Syarif,
    Ust. Muhammad Ayyub,
    Ust. Hamzah Amali,
    Ust. Abdullah Muid.
    Sekretaris:
    Abu Owais
    Keuangan:
    Fredy
    Sirkulasi dan Distribusi:
    Abu Ismail, Ihsan,
    Alamat Redaksi:
    Pondok Pesantren Al-Ikhlash No.76, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Indonesia. Telp (0336) 621286. Tromol Pos 01.
    Info Berlangganan:
    Infaq Rp.200/lembar Untuk luar kota pemesanan minimal @50 eks =Rp 50.000/bulan (Jawa) & Rp 55.000/bulan (Luar Jawa) - Sudah termasuk ongkos kirim. Rekening 8910152361 BCA a/n A.Hadiq. Hub: 081342298660.
    Layangkan Pertanyaan:
    Via SMS dan Telp ke (0331) 7804690
  • Februari 2009
    S S R K J S M
    « Jan   Mei »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • Meta

  • Kajian Salaf

Pantangan Murid

Menuntut Ilmu adalah salah satu amalan terbaik dan pendekatan diri terbaik yang akan menambahkan keimanan, petunjuk, cahaya hidayah, dan ketakwaan. Siapapun yang mengikuti jalan dan manhaj ilmu serta terhindar dari pantangannya, maka ia mendapatkan kemenangan besar, baik didunia maupun diakhirat.

Diantara pantangan atau kesalahan murid dalam mempergauli gurunya adalah;

1.      Berbicara dengan guru dengan lafadh anta [kamu], namun yang benar adalah memanggil gurunya dengan kata antum [atau panjenengan dalam bahasa jawa] sebagai bentuk penghormatan kepadanya.

2.      Melalui atau melintasi sang guru dalam keadaan berjalan. Akan tetapi, hendaklah sang murid menunggu dan membiarkan sang guru berjalan didepannya.

3.      Melupakan kemuliaan seorang guru dan tidak menghormatinya.

4.      Masuk dan menemui sang guru pada saat di luar majelis ilmu, kecuali dengan izinnya.

5.      Tidak sabar atas tabiat dan watak sang guru dalam memberikan pelajaran.

6.      Memandang dengan pandangan remeh pada sang guru.

7.      Melukai dengan segala bentuk pelukaan; baik dihadapan maupun di belakang sang guru.

8.      Tidak duduk dihadapan guru dengan tawadhu’, rendah hati, dan khusuk mendengarkan apa yang sedang disampaikannya.

9.      Terus menerus melontarkan pertanyaan pada guru [kecuali setelah ada izin]

10.  Menanyakan kepada guru tentang sesuatu yang bukan bidangnya.

[Dari kitab Akhthâuna fil Ibadat wal Mualamat oleh Musthafa Murad Subhi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: