• Buletin Al-Ikhlash

    Diterbitkan Oleh:
    Seksi Dakwah Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlash Wuluhan Jember.
    Penasehat:
    Ust.Ahmad Amar Syarif
    Pemimpin Redaksi:
    Ust. Muhammad Ayyub
    Pemimpin Usaha:
    Ibnu Muchsin Al-Rosi
    Dewan Redaksi:
    Ust. Ahmad Amar Syarif,
    Ust. Muhammad Ayyub,
    Ust. Hamzah Amali,
    Ust. Abdullah Muid.
    Sekretaris:
    Abu Owais
    Keuangan:
    Fredy
    Sirkulasi dan Distribusi:
    Abu Ismail, Ihsan,
    Alamat Redaksi:
    Pondok Pesantren Al-Ikhlash No.76, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Indonesia. Telp (0336) 621286. Tromol Pos 01.
    Info Berlangganan:
    Infaq Rp.200/lembar Untuk luar kota pemesanan minimal @50 eks =Rp 50.000/bulan (Jawa) & Rp 55.000/bulan (Luar Jawa) - Sudah termasuk ongkos kirim. Rekening 8910152361 BCA a/n A.Hadiq. Hub: 081342298660.
    Layangkan Pertanyaan:
    Via SMS dan Telp ke (0331) 7804690
  • Juli 2008
    S S R K J S M
    « Jun   Agu »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Meta

  • Kajian Salaf

Hidup sederhana

Apakah engkau pernah mendengar cerita Abu Ubaidah?!.  Pada saat penaklukkan Baitul Maqdis, Umar bin Khattab pernah mengunjungi rumah-rumah para panglima perangnya. Lalu, beliau berkata kepada Abu ‘Ubaidah, ‘Tunjukkan rumahmu kepada saya.’ Abu ‘Ubaidah berkata, ‘Untuk apa, wahai Amirul Mukminin?’ Umar berkata, ‘Wahai Abu ‘Ubaidah tunjukkan rumahmu kepada saya.’ Abu ‘Ubaidah berkata, ‘Kalau begitu, engkau akan memicingkan matamu kepada saya.’ Umar berkata, ‘Tunjukkan rumahmu kepada saya wahai Abu ‘Ubaidah.’ Maka, Abu ‘Ubaidah memperlihatkan rumahnya  kepada beliau, dan beliau tidak mendapati apa-apa di dalam rumah itu kecuali pelana kuda yang dijadikan sandaran kepala oleh Abu ‘Ubaidah dan kendi untuk minumnya dan berwudhu. Umar berkata, ‘Di mana hartamu wahai Abu ‘Ubaidah?’ Abu ‘Ubaidah berkata, ‘Wahai Amirul Mukminin, Inilah yang menghantarkan kita ketempat peristirahatan yang paling indah (syurga, red).’ Umar pun menangis & berkata, ‘Demi Allah, dunia telah mengubah kami, kecuali engkau wahai Abu ‘Ubaidah.’

Saudaraku… hiduplah secara sederhana. Ridhalah dengan kondisimu. Pujilah Allah. Dengan begitu, niscaya hatimu tentram dan engkau hidup bahagia. Rasulullah saw memakan kurma kualitas rendah. Terkadang beliau tidak mendapatkannya sehingga hanya meminum air, lalu mengikatkan satu atau dua batu di perutnya karena sangat lapar. Beliau tidak pernah kenyang dengan roti gandum sepanjang hayatnya. Beliau tidak pernah memakan roti yang paling halus sepanjang hidupnya. Terkadang dirumah beliau tungku tidak menyala selama sebulan atau dua bulan.

Rasulullah saw bersabda, ‘Sungguh beruntung orang yang memeluk islam, diberi rezeki yang cukup, dan dibuat merasa qanaah (cukup/ puas) oleh Allah dengan apa yang diberikan-Nya.’ [HR. Muslim 1054]

Dari kitab Al-Iltizâm oleh Syaikh Husain Ya’qûb hal. 344

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: