• Buletin Al-Ikhlash

    Diterbitkan Oleh:
    Seksi Dakwah Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlash Wuluhan Jember.
    Penasehat:
    Ust.Ahmad Amar Syarif
    Pemimpin Redaksi:
    Ust. Muhammad Ayyub
    Pemimpin Usaha:
    Ibnu Muchsin Al-Rosi
    Dewan Redaksi:
    Ust. Ahmad Amar Syarif,
    Ust. Muhammad Ayyub,
    Ust. Hamzah Amali,
    Ust. Abdullah Muid.
    Sekretaris:
    Abu Owais
    Keuangan:
    Fredy
    Sirkulasi dan Distribusi:
    Abu Ismail, Ihsan,
    Alamat Redaksi:
    Pondok Pesantren Al-Ikhlash No.76, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Indonesia. Telp (0336) 621286. Tromol Pos 01.
    Info Berlangganan:
    Infaq Rp.200/lembar Untuk luar kota pemesanan minimal @50 eks =Rp 50.000/bulan (Jawa) & Rp 55.000/bulan (Luar Jawa) - Sudah termasuk ongkos kirim. Rekening 8910152361 BCA a/n A.Hadiq. Hub: 081342298660.
    Layangkan Pertanyaan:
    Via SMS dan Telp ke (0331) 7804690
  • April 2008
    S S R K J S M
    « Jan   Mei »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Meta

  • Kajian Salaf

Satu surah untuk dua rakaat shalat

Pertanyaan:
Dalam banyak buku pelajaran shalat disebutkan bahwa pada rakaat yang kedua, imam tidak boleh mengulang surah yang ia telah baca dirakaat pertama. Umpamanya, jika imam telah membaca surat “Al–Ikhlash” dirakaat pertama, maka ia tidak boleh membacanya lagi dirakaat kedua? Benarkah demikian! (Hamba Allah).

Jawaban:
Umumnya, surah yang dibaca oleh Rasulullah Saw didalam shalat berbeda antara satu rakaat dengan rakaat lainnya, baik itu dishalat sunnah maupun dishalat fardhu. Pada shalat sunnah Qabliyah shubuh misalnya, beliau (Rasulullah Saw) membaca surat ”Al–Kafirun” pada rakaat yang pertama, dan surat “Al–Ikhlash” dirakaat yang kedua. (HR. Muslim 726), atau membaca surat “Al-Baqarah ayat 136” dan seterusnya pada rakaat yang kedua. (HR. Muslim 727).Begitu juga pada waktu shalat wajib, pada rakaat yang pertama pada shalat hari jum’at beliau membca surat “Al–Jum’ah” dan pada rakaat yang kedua membaca surat “Al–Munafiqun”.Atau surat “Al–A’la” pada rakaat yang pertama dan surat “Al–Ghatsiyah” pada rakaat yang kedua. (HR. Muslim 877).

Surat yang sama untuk didua rakaat shalat
Nabi pun pernah melakukan hal itu, dimana pada rakaat pertama beliau membaca surat “Al–Zalzalah” dan pada rakaat yang kedua beliau juga membaca surat “Al-Zalzalah”.

Kesimpulan:
Boleh membaca surat yang sama untuk didua rakaat shalat. Baik itu dishalat fardhu maupun dishalat sunnah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: