<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Edisi 068</title>
	<atom:link href="http://alikhlash.wordpress.com/tag/edisi-068/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alikhlash.wordpress.com</link>
	<description>Buletin Jumat Pondok Pesantren Alikhlash Wuluhan Jember</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Feb 2010 23:53:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='alikhlash.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/6b06182bf5785bb78e860936f0f6cf50?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title> &#187; Edisi 068</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alikhlash.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alikhlash.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Corat-coret usai kelulusan</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2008/06/02/corat-coret-usai-kelulusan-2/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2008/06/02/corat-coret-usai-kelulusan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 10:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahlaq]]></category>
		<category><![CDATA[corat-coret kelulusan]]></category>
		<category><![CDATA[Edisi 068]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/alikhlash/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Soal: 
Ustadz, budaya corat-coret, arak-arakan dijalan dengan bersepeda motor sesuai pengumuman ujian adalah hal yang dianggap lumrah oleh para pelajar. Kata mereka, itu sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah. Benarkah alasan itu? Harap dijelaskan hukumnya. (Pelajar)
 
Jawab: 
Jika telah sampai berita kelulusan itu padamu, wahai para pelajar, maka pujilah Allah SWT dan bersyukurlah kepada-Nya. Karena kesyukuran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&blog=2804087&post=46&subd=alikhlash&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Soal: </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ustadz, budaya corat-coret, arak-arakan dijalan dengan bersepeda motor sesuai pengumuman ujian adalah hal yang dianggap lumrah oleh para pelajar. Kata mereka, itu sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah. Benarkah alasan itu? Harap dijelaskan hukumnya<strong>. (</strong><strong><em>Pelajar</em></strong><strong>)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawab: </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika telah sampai berita kelulusan itu padamu, wahai para pelajar, maka pujilah Allah SWT dan bersyukurlah kepada-Nya. Karena kesyukuran adalah pengikat nikmat tersebut, dan juga karena kenikmatan itu berasal dari Allah SWT bukan karena dayamu, kekuatanmu atau usahamu.</p>
<p style="text-align:justify;">Alangkah baiknya, jika saat itu, saat engkau mendengar berita kelulusanmu, engkau bersujud kepada Robb-mu (sujud syukur) sebagai salah satu bentuk wujud kesyukuranmu kepada-Nya dan juga sebagai bentuk mencontoh sunnah Rosulullah SAW.</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya:<em> &#8220;Dari Abu Bakrah, bahasanya Nabi SAW ketika sampai kepadanya perkara yang menyenangkan/ menggebirakannya beliau bersungkur sujud karena Allah&#8221;.</em> <strong>(Hasan Lighairihi. HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi).</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Setelah itu, beritahukanlah kabar gembira ini kepada guru-gurumu, orang tuamu, kawan-kawanmu, tetanggamu, dan kepada siapa saja yang engkau kenal agar mereka turut serta bergembira denganmu. Bukankah diantara ciri seorang muslim yang baik adalah senantiasa memasukkan kegembiraan dihati saudara-saudaranya?</p>
<p style="text-align:justify;">
<ul class="unIndentedList" style="text-align:justify;">
<li> <strong>Bersyukur Tidak Hanya Dengan Lisan</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Wahai para pelajar<em>-semoga Allah merahmati dan menyayangi kalian,</em> bersyukur tidak hanya dengan lisan dan kata-kata saja, tetapi syukur harus diekspresikan alam bentuk perbuatan. Bersyukur hanya seatas kata-kata tidak ada bedanya dengan seseorang yang memiliki pakaian tetapi ia hanya memegang ujungnya, tidak memakainya. Maka ia pun tidak terlindungi dari udara panas dan dingin.</p>
<p style="text-align:justify;">Bersyukur dengan perbuatan adalah dengan mengabdi an melaksanakan perintah Allah serta menjauhi diri dari segala larangan-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<ul class="unIndentedList" style="text-align:justify;">
<li> <strong>Kaidah Bersyukur</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Ibnul Qayyim dalam kitabnya <em>‘Madarijus Salikin 2/242</em>&#8216;, menyebutkan bahwa bersyukur itu dibangun atas lima kaidah:</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Ketundukkan orang yang bersyukur kepada Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Kecintaannya kepada Allah SWT yang telah memberi karunia.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Pengakuannya terhadap nikmat Allah SWT atasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Pujiannya terhadap Allah karenanya.</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Tidak menggunakan nikmat itu dalam hal yang dimakruhkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Lima kaidah diatas, menunjukkan secara jelas bahwa hakikat syukur tampak pada lisan, hati, dan anggota tubuh. Bahwa harus ada pengakuan nikmat secara batin dan lahir serta menjadikannya sebagai sarana untuk taat kepada Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">
<ul class="unIndentedList" style="text-align:justify;">
<li> <strong>Corat-Coret Dan </strong><strong>Arak</strong><strong>-Arakan Di Jalan, Bagian Dari Kesyukuran?</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Corat-coret baju, arak-arakan dijalan, berteriak-teriak kegirangan, saling merobek baju, saling berpelukkan dengan lawan jenis, begitu juga dengan cium pipi kanan dan kiri, serta saling berboncengan adalah nyata bukan bagian dari kesyukuran. Karena kesemuanya itu aah perbuatan maksiat yang telah menghancurkan bangunan kesyukuran yaitu kenikmatan tidak boleh dipegunakan dalam hal yang dimakruhkan leh Allah, apalagi pada hal yang diharamkan-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<ul class="unIndentedList" style="text-align:justify;">
<li> <strong>Alasannya?</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Corat-coret baju begitu pula dengan merobek-robeknya adalah tergolong dalam perbuatan isyraf (pemborosan) dan perbuatan ini amat dicela oleh Allah SWT. Arak-arakan dijalan dapat mengganggu kenyamanan para pengguna jalan lainnya, bahkan dapat mencelakakan mereka. Rosulullah SAM pernah ditanya tentang kebaikan, beiau menjawab:</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya:<em> &#8220;Hendaklah engkau mencegah kejahatanmu dari orang lain, sebab hal itu merupakan sedekah darimu untuk dirimu sendiri&#8221;.</em> <strong>(</strong><strong><em>HR.Bukhari dan Muslim</em></strong><strong>).</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sedangkan salaman, cium pipi kanan dan kiri, pelukan, berboncengan dengan yang bukan muhrimya (pacar, da orang-orang yang tidak memiliki hubungan darah) adal haram. Rosulullah SAW bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Artinya: &#8220;Bahwa ditikan dikepala seseorang dari kamu dengan jarum dari besi, adalah lebih baik baginya daripada ia </em><strong><em>menyentuh</em></strong><em> perempuan yang tidak halal baginya&#8221;.</em> <strong>(</strong><strong><em>Shahih. HR. At-Thabrany. Lihat Ash-Shahihah 226</em></strong><strong>).</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align:justify;">
<li> <strong>Pesan Untuk Pendidik (Guru)</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Wahai para pendidik yang bijak, para pencetak generasi ummat ini, yang dipundak kalian para orang tua menggantungkan harapan-harapan mereka -sesudah kepada Allah, luruskanlah mereka, para anak didikmu, semampu kalian dari kelalaian-jelalaian yang mereka perbuat dengan kedekatan dan kelembutan yang kalian miliki. Sedangkan jika tampak ada penolakkan dari mereka, maka gunakanlah ketegasan kalian, kaena kalian memiliki kuasa untuk itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<ul class="unIndentedList" style="text-align:justify;">
<li> <strong>Pesan Untuk Para Orang Tua dan Wali Murid</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Berilah bekal kepada anak-anak kita tentang apa yang diwajibkan dan diharamkan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Ingat, tentang anak-anak kita, Allah akan mempertanyakannya di akhirat nanti. Rosulullah SAW bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Artinya: &#8220;Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggung jawaban tentang apa yang dipimpinnya&#8221;.</em> <strong>(</strong><strong><em>HR. Bukhari dan Muslim</em></strong><strong>).</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alikhlash.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alikhlash.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&blog=2804087&post=46&subd=alikhlash&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2008/06/02/corat-coret-usai-kelulusan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Darah haid melewati hari-hari normal</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2008/05/22/darah-haid-melewati-hari-hari-normal/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2008/05/22/darah-haid-melewati-hari-hari-normal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 10:05:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Edisi 068]]></category>
		<category><![CDATA[Haid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/alikhlash/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Soal:
Apa yang mesti saya lakukan, jika darah haid tidak terhenti di hari yang semestinya ia sudah berhenti. Perlu diketahui, bahwa masa haid yang biasa saya jalani (masa normal) adalah 6 hari. Namun pernah terjadi, bahwa darah tersebut terus keluar melewati hari-hari yang normal itu. Darah yang lebih dari 6 hari itu termasuk darah haid? Mohon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&blog=2804087&post=45&subd=alikhlash&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Soal:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang mesti saya lakukan, jika darah haid tidak terhenti di hari yang semestinya ia sudah berhenti. Perlu diketahui, bahwa masa haid yang biasa saya jalani (masa normal) adalah 6 hari. Namun pernah terjadi, bahwa darah tersebut terus keluar melewati hari-hari yang normal itu. Darah yang lebih dari 6 hari itu termasuk darah haid? Mohon dijelaskan. <strong>(</strong><strong><em>Taklim</em></strong><strong>).</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawab:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Yang perlu anda ketahui, bahwa pendapat yang unggul tentang batasan maksimal haid adalah &#8220;bahwa haid itu tidak memiliki batasan maksimal&#8221;. Adapun batasan maksimal yang dipatok oleh beberapa ulama, bahwa selama-lama haid (masa maksimalnya) adalah 15 hari atau 17 hari adalah pendapat yang tidak tepat, lantaran tidak adanya dalil shahih yang menerangkan tentang batasan maksimal tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: <em>&#8220;Diantara sebutan yang dikaitan oleh Allah SWT dengan berbagai hukum dalam Al-Kitab (Al-Qur&#8217;an) dan As-Sunnah adalah sebutan haid. Allah tidak menentukan batas minimal dan batas maksimalnya, dan juga tidak menentukan batas masa suci antara dua haid. Padahal urusan ini telah merata detengah umat dan butuhnya umat padanya (pada keterangan tersebut). Sedang bahasa sendiri (bahasa Arab, red) tidak memisahkan antara satu ukuran yang lain. Barangsiapa yang menetapkan batasan pada ukuran tersebut, maka ia telah menyalahi Al-Kitab dan As-Sunnah</em>&#8220;. (<strong><em>Tamamul Minnah fi Fiqhil wa Shahihis Sunnah oleh Syaikh ‘Adil Bin Yusuf, h. 140 kitab at-Thaharah</em></strong>).</p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align:justify;">
<li> <strong>Darah lebih lama dari biasanya</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Jika darah keluar lebih lama dari masa haid anda yang normal seperti yang anda tanyakan, maka anda tidak terlepas dari dua kondisi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama</strong><em>,</em> <em>mampu membedakan jenis darah</em><strong>.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika anda tergolong wanita yang mampu membedakan jenis darah (antara jenis darah haid dan istihadhah), maka anda cukup memperhatikan darah yang lebih dari kebiasaan anda itu. Apabila ternyata warna, bau, serta bentuknya menyerupai darah haid, maka hokum-hukum haid masih berlaku pada anda. Tidak sholat, puasa, dan tidak pula melayani suami. Artinya anda masih mengalami masa haid. Mengapa? Karena pendapat yang unggu(seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya) bahwa tidak ada batasan tertentu dalam masa berlangsungnya haid. Namun apabila darah tersebut tidak menyerupai darah haid, maka hendaklah anda mandi dan melaksanakan sholat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua</strong><em>,</em> <em>Tidak mampu membedakan jenis darah</em></p>
<p style="text-align:justify;">Jika anda tergolong wanita ini maka anda tetap tidak dapat melaksanakan sholat, puasa, berjimak hingga benar-benar telah suci, karena memang tidak ada batasan maksimalnya. (<strong><em>lihat Shahih Fikih Sunnah dengan beberapa perubahan kalimat, Karya Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid 1/208</em></strong>).</p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align:justify;">
<li> <strong>Kesimpulan</strong></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Bertambah atau berkurangnya masa haid dari masa yang semestinya maka pendapat yang unggul, bahwa kapan saja ia melihat bahwa darah yang keluar itu adalah darah haid, maka ia masih berada dalam haidnya. Dan kapan ia melihar dirinya telah suci, maka ia telah dianggap suci <em>Wallahu&#8217;alam</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alikhlash.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alikhlash.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&blog=2804087&post=45&subd=alikhlash&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2008/05/22/darah-haid-melewati-hari-hari-normal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>