<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title> &#187; Edisi 052</title>
	<atom:link href="http://alikhlash.wordpress.com/tag/edisi-052/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alikhlash.wordpress.com</link>
	<description>Buletin Jumat Pondok Pesantren Alikhlash Wuluhan Jember</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Aug 2009 09:44:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='alikhlash.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/6b06182bf5785bb78e860936f0f6cf50?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title> &#187; Edisi 052</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alikhlash.wordpress.com/osd.xml" title="" />
		<item>
		<title>Doa hendak makan</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2008/04/30/doa-hendak-makan/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2008/04/30/doa-hendak-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 22:52:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[do'a hendak makan]]></category>
		<category><![CDATA[Edisi 052]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/alikhlash/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Soal:
Ada doa yang telah mendarah daging pada kehidupan kami, yaitu: “Allahumma barik Lana Fima Razaqtana Wa qina ‘Azaban Nar” namun saya menjadi ragu karena kata orang hadits tentang itu lemah! Benarkah, lalu apa gantinya? (Abdullah).
Jawab:
Hadits yang anda tanyakan kepada kami itu adalah hadits lemah yang diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dalam kitabnya “Amalul Yaum Wal-Lailah” no. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&blog=2804087&post=44&subd=alikhlash&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>Soal:</strong><br />
Ada doa yang telah mendarah daging pada kehidupan kami, yaitu: “Allahumma barik Lana Fima Razaqtana Wa qina ‘Azaban Nar” namun saya menjadi ragu karena kata orang hadits tentang itu lemah! Benarkah, lalu apa gantinya? (<em><strong>Abdullah</strong></em>).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawab:</strong><br />
Hadits yang anda tanyakan kepada kami itu adalah hadits lemah yang diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dalam kitabnya “Amalul Yaum Wal-Lailah” no. 459 dari hadits Abdullah bin Amru bin Al-Ash.Ra.<br />
Alhamdulillah, untuk urusan doa sebelum makan ada beberapa hadits yang shahih yang dapat kita gunakan untuk itu,yaitu:<br />
1. Membaca ‘Bismillah’<br />
Dari Aisyah ia berkata: Rasul Saw bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Artinya: </strong><br />
Apabila salah seorang diantara kalian hendak makan, maka hendaklah ia membaca ‘Bismillah’. Dan apabila salah seorang diantara kalian lupa menyebut namaAllah pada permulaan makannya, maka hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillah Awwalahu Wa Akhirahu’. (Shahih. HR. Abu Dawud 3767, At-Tirmidzi 1859, lihat Shahih At-Tirmidzi).<br />
2. Atau dengan doa ‘Allahumma Barik Lana Fihi Wa Ath’Imna Khairan Minnu’. Rasul Saw bersabda:<br />
Artinya: Barangsiapa yang diberi makan oleh Allah hendaklah ia mengucapkan: “Ya Allah, berkahilah kami didalamnya, dan berilah kami makan yang lebih baik darinya”. Dan barangsiapa yang Allah beri minum susu padanya hendaklah ia berkata: “Ya Allah berkatilah kami padanya dan tambahkanlah kami darinya”. (Shahih At-Tirmidzi. Lihat shahih At-Tirmidzi 3/158).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alikhlash.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alikhlash.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&blog=2804087&post=44&subd=alikhlash&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2008/04/30/doa-hendak-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bertasbih, bertakbir, dan bertahlil kurang dari 33 kali</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2008/04/30/bertasbih-bertakbir-dan-bertahlil-kurang-dari-33-kali/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2008/04/30/bertasbih-bertakbir-dan-bertahlil-kurang-dari-33-kali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 22:23:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[bilangan tasbih takbir tahlil]]></category>
		<category><![CDATA[Edisi 052]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/alikhlash/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Soal: 
Bolehkah bacaan tasbih, tahmid, dan takbir dibaca kurang dari 33 kali selepas sholat, ataukah hitungan yang demikian itu sudah ketentuan paten dari syariat? Pasalnya, kami terkadanga merasa bersalah (baca, kurang sreg) jika dzikir-dzikir tersebut kami baca kurang dari 33 hitungan. Harap diberi penjelasan. (Hamba Allah).
Jawab: 
Para ulama sepakat akan disunnahkannya berdzikir setelah sholat. Sunnah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&blog=2804087&post=43&subd=alikhlash&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><strong>Soal: </strong><br />
Bolehkah bacaan tasbih, tahmid, dan takbir dibaca kurang dari 33 kali selepas sholat, ataukah hitungan yang demikian itu sudah ketentuan paten dari syariat? Pasalnya, kami terkadanga merasa bersalah (baca, kurang sreg) jika dzikir-dzikir tersebut kami baca kurang dari 33 hitungan. Harap diberi penjelasan. (Hamba Allah).<br />
<strong>Jawab: </strong><br />
Para ulama sepakat akan disunnahkannya berdzikir setelah sholat. Sunnah ini berlaku untuk imam, makmum, munfarid (orang-orang yang sholat sendiri), wanita, musafir, dan lain sebagainya. Dan diantara dzikir-dzikir tersebut adalah membaca Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah), Takbir (Allahu Akbar) dan Tahlil (La ilaha Illallah). Rosulullah SAW bersabda:<br />
Artinya, ‘Barangsiapa yang bertasbih setelah melakukan sholat sebanyak 33 kali, bertahmid sebanyak 33 kali, dan bertakbir sebanyak 33 kali, maka hal itu –berjumlah menjadi 99, dan untuk melengkapi jumlah 100, ia menucapkan, La Ilaha Illallah Wahdahu La Syarika Lahu, Lahul Mulku, Walahul Hamdu Wa Huwa ‘Ala Kulli Syai-in Qodir’ maka kesalahan-kesalahannya diampuni walau seperti buih dilautan’. (HR. Muslim 597).<br />
<strong>Apakah Terpatok Pada Hitungan 33 Saja?</strong><br />
Tidak terpatok pada hitungan 33 saja. Tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing dapat dibaca 25 kali, 11 kali, atau 10 kali saja.<br />
<strong>Dalil Tasbih, Tahmid, Dan Takbir Masing-masing dibaca 25 kali.</strong><br />
Dari Ibnu Umar Ra. ia berkata: ‘Bahwasanya seorang laki-laki bermimpi didalam tidurnya, didalam mimpinya ia ditanya (oleh seseorang): ‘Apa yang diperintahkan oleh Nabi kalian kepada kalian? Ia menjawab, ‘Beliau memerintahkan kami bertasbih 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 34 kali, maka yang demikian itu berjumlah 100 (hitungan). ‘Orang (yang dalam mimpi itu) berkata, ‘Bertasbihlah 25 kali, bertahmidlah 25 kali, bertakbirlah 25 kali, dan bertahlillah 25 kali’. Tatkala disubuh hari hal itu diceritakan kepada Rosulullah SAW, lalu Rosulullah SAW bersabda, ‘Lakukanlah seperti apa yang dikatakan orang Anshar itu’. (HR. An-Nasai 1351).<br />
<strong>Dalil Tasbih, Tahmid, Dan Takbir Masing-masing dibaca 11 kali.</strong><br />
Rosulullah SAW bersabda, ‘Hendaklah kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir seusai sholat sebanyak 33 kali, (dengan rincian) 11 kali (untuk Tasbih), 11 kali (untuk Tahmid), 11 kali (untuk Takbir) yang demikian itu seluruhnya berjumlah 33 hitungan’. (HR. Muslim).<br />
<strong>Dalil Tasbih, Tahmid, Dan Takbir Masing-masing dibaca 10 kali.</strong><br />
Dari Abdullah bin ‘umar Ra dari Nabi SAW ia berkata:<br />
Artinya, ‘Ada dua perkara atau dua pekerti yang tidak ada seorangpun hamba muslim jika ia memeliharanya, melainkan ia masuk syurga. Keduanya sangatlah  mudah (ringan) tetapi orang yang mengamalkannya sangat sedikit, yatiu bertasbih kepada Allah setiap kali selesai salat sebanyak 10 kali, bertahmid sebanyak 10 kali, dan bertakbir sebanyak 10 kali..’ (Shahih).<br />
<strong>Menyikapi bilangan dzikir yang beragam</strong><br />
Yang benar, formula-formula dzikir yang disebutkan diatas lebih utama untuk diamalkan semuanya. Maksudnya, pada suatu waktu jenis hitungan ini dibaca dan pada waktu yang lain jenis hitungan lainnya dibaca. Dengan demikian semua sunnah-sunnah Rasul Saw dapat teramalkan tanpa mengabaikan salah satunya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alikhlash.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alikhlash.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&blog=2804087&post=43&subd=alikhlash&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2008/04/30/bertasbih-bertakbir-dan-bertahlil-kurang-dari-33-kali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dukun tidak tahu Ilmu dan alam ghaib</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2008/04/27/dukun-tidak-tahu-ilmu-dan-alam-ghaib/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2008/04/27/dukun-tidak-tahu-ilmu-dan-alam-ghaib/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 01:06:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Dukun]]></category>
		<category><![CDATA[Edisi 052]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/alikhlash/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Soal:
Umumnya para dukun yang kami ketahui, mereka mampu mengetahui kejadian-kejadian yang akan datang (seperti siapa yang bakal keluar menjadi kepala desa, membongkar pelaku pencurian, serta kejadian-kejadian lain yang bakal menimpa). Pertanyaannya, apa benar dukun-dukun dan para tukang ramal itu mengetahui ilmu ghaib? Bagaimana pandangan syariat terhadap ilmu yang dimiliki dukun tersebut, dan bagaimana pula hokum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&blog=2804087&post=42&subd=alikhlash&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><strong>Soal:</strong><br />
Umumnya para dukun yang kami ketahui, mereka mampu mengetahui kejadian-kejadian yang akan datang (seperti siapa yang bakal keluar menjadi kepala desa, membongkar pelaku pencurian, serta kejadian-kejadian lain yang bakal menimpa). Pertanyaannya, apa benar dukun-dukun dan para tukang ramal itu mengetahui ilmu ghaib? Bagaimana pandangan syariat terhadap ilmu yang dimiliki dukun tersebut, dan bagaimana pula hokum mendatangi dukun? (Hamba Allah).</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><strong>Jawab:</strong><br />
Kami katakan kepada para dukun dan pada setiap orang yang mengaku mampu mengetahui ilmu ghaib, &#8220;Cis, sekali-sekali kamu tidak akan melampaui batas kemampuanmua sendiri!&#8221; (<em>Ini adalah ucapan Nabi SAW kepada Ibnu Shayyad Al-Yahudi yang mengaku dirinya pandai meramal dan mengaku sebagai seorang Nabi, Lihat HR. Al-Bukhari 1355</em>).<br />
Dan kami katakan kepada setiap orang yang lemah imannya, yang mengadukan urusannya kepada dukun dan tukang ramal, yang tertipu dengan ungkapan dusta keduanya, &#8220;Bukalah mata dan pendengaranmu baik-baik, bahwa tidak ada seorangpun dilangit dan dibumi ini yang mengetahui perkara ghaib melainkan Allah semata&#8221;</p>
<p><strong>Ilmu Ghaib Hanya Untuk Allah</strong><br />
Ilmu Ghaib hanya milik Allah.  Malaikat, Jin, Nabi dan para wali-wali Allah tidak mengetahui Ilmu Ghaib. Allah berfirman:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:'Traditional Arabic';">قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ </span></p>
<p align="justify">Artinya: &#8220;Katakanlah: tidak ada seoragpun dilangit dan dibumi yang mengetahui perkara ghaib, kecuali Allah&#8221; (QS. An-Naml 65).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدً </span><span style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';">إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا</span><span style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:'Traditional Arabic';"> </span></p>
<p align="justify">Namun terkadang, Allah memperlihatkan apa yang dikehendaki-Nya untuk suatu hikmah dan kemaslahatan. (QS. Al-Jin 26-27).</p>
<p><strong>Malaikat Tidak Mengetahui Yang Ghaib</strong></p>
<p align="justify">Malaikat tidak mengetahui yang ghaib, dalil yang menunjukkan demikian adalah firman Allah, (Artinya: &#8220;Dan Dia (Allah) mengajarkan Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu berfirman; &#8216;Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang benar&#8217;,  Mereka (para malaikat) menjawab; &#8216;Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Engkau telah ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana&#8217;.&#8221; (Al-Baqarah 31-32).<br />
Jika para malaikat tahu ilmu ghaib, maka pastilah mereka bisa menjawab benda-benda yang Allah perintah kepada mereka untuk menyebutnya.</p>
<p><strong>Jin Tidak Mengetahui Yang Ghaib</strong></p>
<p align="justify">Jin tidak mengetahui yang ghaib, dengan dalil ketidakmampuan jin mengetahui kematian nabi Sulaiman. Allah berfirman:<br />
Artinya: &#8220;Maka tatkala kami telah menetapkan kepada mereka (para jin) kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia tersungkur, tahulah jin itu, bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan&#8221;.<br />
Para jin pernah bekerja untuk Nabi Sulaiman. Dimana mereka membuat apa saja yang dikehendaki oleh Sulaiman berupa gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang besar seperti kolam, dll. Pernah para jin itu bekerja langsung dibawah pengawasan Nabi Sulaiman dimana ketika itu beliau bersandar pada tongkatnya. Ketika dalam pengawasan itu (dalam keadaan berdiri sambil bersandar pada tongkatnya) Allah mencabut ruh Nabi Sulaiman. Para Jin tidak mengetahui akan kematian Nabi Sulaiman, mereka tetap bekerja keras tanpa mengenal istirahat lantaran takut dengan Nabi Sulaiman. Hingga kemudian Allah mengutus rayap-rayap untuk memakan tongkat Sulaiman. Ketika Nabi Sulaiman tersungkur, barulah jin-jin itu tahu bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal.</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><strong>Nabi Tidak Mengetahui Yang Ghaib:</strong><br />
Para Nabi tidak mengetahui yang ghaib. Malaikat pernah mendatangi Nabi Ibrahim dan Nabi Luth dalam bentuk manusia. Kedua Nabi tersebut tidak mengetahui bahwa yang datang itu adalah malaikat. Adapun Ibrahim, ketika menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang kepada tamunya dan tamu tersebut tidak mau menyentuh sedikitpun dari makanan itu, maka muncullah rasa takut Nabi Ibrahim. Lalu tamu (malaikat) itu berkata, &#8220;Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth&#8221; (QS. Hud 70).</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Sedang Luth ketika didatangi oleh kaumnya dan mereka menghendaki para tamu yang ada dirumah Luth. Luth berkata kepada kaumnya, &#8220;Seandainya aku ada kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan). Lalu tamu-tamu itu berkata, ‘Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu (malaikat). Sekali-sekali mereka tidak dapat mengganggumu’.&#8221; (QS. Hud 80-81).<br />
Andai para Nabi itu mengetahui yang ghaib, tentulah mereka mengenal siapa jati diri tamu itu sebenarnya, yaitu malaikat.</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><strong>Para Wali Tidak Mengetahui Yang Ghaib</strong><br />
Para wali tidak mengetahui yang ghaib. Aisyah dan ayahnya, Abu Bakar Ra. adalah seutama-utama wali Allah. Namun ketika terjadi fitnah perselingkuhan yang menimpa ‘Aisyah atau dikenal dengan ‘Haditsul Ifki’, Aisyah tidak tahu menahu tentang desas-desus berita tersebut hingga diberitahukan oleh Ummu Misthah. Begitu juga Abu Bakar, ia tidak dapat mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya sehingga turun wahyu kepada Rasulullah SAW mengenai pembebasan Aisyah dari tuduhan yang mengada-ada itu.</p>
<p><strong>Dukun Tahu Yang Ghaib</strong><br />
Dibumi manakah dukun itu berpijak dan langit apakah yang menaunginya atau dari jenis golongan apakah dukun itu, hingga ia mengakui dan didaulat oleh orang-orang yang lemah iman bahwa ia mengetahui yang ghaib?! Jika bahan dasarnya tercipta dari tanah, maka makhluk yang mencapai tingkat predikat ‘Nabi’ pun tidak mengetahui yang ghaib. Jika bahan dasarnya dari api, maka makhluk sejahat iblis (syaithan) pun tidak mengetahui yang ghaib, dan jika bahan dasarnya dari cahaya maka makhluk Allah yang bernama malaikat juga tidak mengetahui yang ghaib.<br />
Dukun hanyalah seorang pembual, menipu orang-orang dengan tipu daya dan permainan sihirnya, ia sering bersumpah dengan kebodohan. Jikapun mulutnya berkomat-kamit membaca Al-Qur’an atau ragam sholawatan maka ia hanya berpura-pura untuk lebih meyakinkan para mangsanya.</p>
<p><strong>Ucapannya Terkadang Benar?</strong><br />
Tidak perlu heran dengan keterangan para dukun dan tukang ramal yang terkadang perkataannya berbetulan dengan kenyataan, karena pengakuan mereka tentang yang ghaib, merupakan bisikan syaithan. Kesemuanya itu didapatkan melalui permohonan bantuan setan-setan yang mencuri dengar dari langit. Mereka mencuri kalimat dari ucapan Malaikat, lalu disampaikan ketelinga dukun, dan dukun tersebut berbohong dari kalimat (yang diterimanya itu) dengan seratus kali kebohongan. Lalu orang-orang mempercayainya disebabkan oleh satu kalimat yang benar tersebut yang didengar oleh setan dari langit. Karenanya, dukun dan tukang ramal seringkali memberikan keterangan yang sulit dimengerti, tidak jelas dan banyak mengandung kemungkinan.</p>
<p><strong>Haram Mendatangi Dukun Dan Tukang Ramal</strong></p>
<p align="justify">Rasulullah SAW melarang keras mendatangi dukun dan tukang ramal. Rasulullah SAW bersabda tentang orang yang mendatangi dukun:</p>
<p align="justify">Artinya: ‘Barangsiapa yang mendatangi dukun dan mempercai apa yang dikatakannya, maka sesungguhnya ia telah kafir (ingkar) dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad SAW’. (<em>Shahih. HR. Abu Dawud 4904, An-Nasai dalam Al-Kubra, At-Tirmidzi 135, Ibnu Majah 639 dan dishahihkan oleh Al-Bani dalam Al-Irwa’ 2006</em>).<br />
Sedang bahaya mendatangi tukang ramal, adalah sabda Rasulullah SAW:<br />
‘Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, lalu ia bertanya sesuatu kepadanya, maka tidak akan diterima sholatnya selama 40 hari’. (<em>HR. Muslim 2230</em>).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/alikhlash.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/alikhlash.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&blog=2804087&post=42&subd=alikhlash&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2008/04/27/dukun-tidak-tahu-ilmu-dan-alam-ghaib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>