<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://alikhlash.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alikhlash.wordpress.com</link>
	<description>Buletin Jumat Pondok Pesantren Alikhlash Wuluhan Jember</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Nov 2011 03:06:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alikhlash.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6b06182bf5785bb78e860936f0f6cf50?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alikhlash.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alikhlash.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2010/07/26/ahlus-sunnah-wal-jamaah-2/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2010/07/26/ahlus-sunnah-wal-jamaah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 13:52:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[ahlus sunnah waljama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Edisi 129]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlash.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Soal: Beberapa kelompok di daerah kami saling mengklaim bahwa kelompok merekalah yang paling ‘Ahlus Sunnah Wal Jama’ah’. Apakah hakikat yang sebenarnya dari ‘Ahlussunnah Wal Jamaah itu’? Mohon penjelasannya.  [Abdullah-Di Bumi Allah) Jawab: Istilah Ahlussunnah wal Jama’ah merupakan frase [gabungan kata] yang terdiri dari tiga kata utama, yaitu ahlu, sunnah dan jama’ah. Ahlu artinya pengikut. Ahlussunnah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=223&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Soal: </strong>Beberapa kelompok di daerah kami saling mengklaim bahwa kelompok merekalah yang paling ‘Ahlus Sunnah Wal Jama’ah’. Apakah hakikat yang sebenarnya dari ‘Ahlussunnah Wal Jamaah itu’? Mohon penjelasannya.  <strong>[Abdullah-Di Bumi Allah)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawab: </strong>Istilah <em>Ahlussunnah wal Jama’ah</em> merupakan frase [gabungan kata] yang terdiri dari tiga kata utama, yaitu <em>ahlu</em>, <em>sunnah</em> dan <em>jama’ah. </em>Ahlu artinya pengikut. Ahlussunnah berarti pengikut sunnah, sementara ahluljamaah berarti pengikut jama’ah. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan ahlussunnah dan ahlul jama’ah menurut tinjauan syari’at.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><strong>Pertama: Ahlussunnah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara bahasa kata <em>As-Sunnah </em>berarti sejarah [perjalanan hidup] dan jalan [metode] yang ditempuh. Ibnul Atsir dalam <em>An-Nihâyah 2/223 </em>berkata, ‘Dalam hadits berulang kali disebutkan kata <em>as-sunnah </em>dan</p>
<p style="text-align:justify;">adalah para shahabat <em>Radhiyallahu Anhum </em>dan setiap orang yang menempuh jalan mereka<strong> </strong>dari kalangan tabi’in, lalu para ulama hadits, ulama fiqih dari satu generasi ke generasi selanjutnya sampai hari ini dan juga masyarakat secara umum yang mengikuti mereka, baik di belahan bumi barat maupun timur.’</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>KEDUA: AL-JAMA’AH</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara bahasa <em>‘Jama’ah’ </em>berarti kelompok dan bersatu; lawan katanya [antonimnya] adalah berpecah belah. Dalam hadits, banyak sekali disebutkan perintah untuk berjamaah dan larangan untuk berpecah belah, diantara hadits tersebut adalah sabda Rasulullah <em>Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘&#8230;Sesungguhnya umat Islam ini akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali satu yaitu Al Jama’ah.’ </em><strong>[HR Ahmad 4/102, Abu Dawud 5/4597]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Adapun definisi <em>Jama’ah </em>menurut ulama ‘aqidah adalah generasi pertama dari ummat ini, yaitu kalangan shahabat, tabi’in serta orang-orang yang mengikuti dalam kebaikan hingga hari kiamat, karena berkumpul di atas kebenaran.’</p>
<p style="text-align:justify;">Allamah Abdurrahman bin Ismail yang populer dengan panggilan Abu Syamah berkata, ‘Perintah untuk berpegang kepada jama’ah, maksudnya berpegang kepada kebenaran dan mengikutinya. Meskipun yang melaksanakan sunnah itu sedikit dan yang menyalahinya banyak. Karena kebenaran itu adalah apa yang dilaksanakan oleh jama’ah yang pertama, yaitu yang dilaksanakan Rasulullah <em>Shallallahu Alaihi wa Sallam </em>dan para shahabat beliau <em>Radhiyallahu Anhum.</em> Tanpa melihat banyaknya pengikut kebathilan setelah mereka.’</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Asy-Syathibi <em>Rahimahullah </em>dalam <em>‘Al-I’tishâm 1/449’ </em>berkata, ‘Sudah jelas bahwa jamaah dengan makna ini tidak mensyaratkan banyak sedikitnya pengikut, tapi yang disyaratkan adalah kesesuaiannya dengan kebenaran sekalipun diselisihi oleh mayoritas umat manusia.’</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Mas’ud <em>Radhiyallahu Anhu, ‘Al-Jama’ah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun engkau sendirian.’</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong><strong>DEFINISI AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ahlussunnah wal Jama’ah adalah generasi shahabat, tabi’in, tabiut tabi’in dan seluruh ummat Islam yang mendasarkan hidupnya pada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman generasi shahabat serta menjadikan keduanya sebagai pedoman hidup. Mereka menjauhi perkara-perkara yang baru dan bid’ah dalam agama. Standar kebenaran mereka adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah serta ijmâk yang merupakan kesepakatan para shahabat dan juga ulama mujtahidin yang terpercaya sesudah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>KESIMPULAN </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari sini jelaslah bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah adalah setiap muslim yang mengikuti jejak para sahabat. Ahlussunnah bukan monopoli golongan tertentu. Tidak benar jika sebagian kelompok umat Islam menganggap dirinya satu-satunya Ahlussunnah sementara kelompok lainnya bukan Ahlussunnah. Ahlussunnah juga bukan sekedar nama, tetapi lebih dari itu ia merupakan manhaj, jalan hidup para sahabat yang harus dipraktikkan. Ukuran apakah seseorang termasuk Ahlussunnah atau tidak? Jawabnya bahwa tidak setiap orang yang mengklaim dirinya atau kelompoknya atau organisasinya atau jama’ahnya sebagai Ahlussunnah, itu benar-benar Ahlussunnah. Karena terkadang mereka menamakan dirinya Ahlussunnah tetapi dalam amalannya mereka tidak sesuai dengan AlQur’an dan as Sunnah. Namun jika jalan hidup mereka sesuai dengan petunjuk Rasulullah <em>Shallallahu Alaihi wa Sallam</em> dan para sahabat, maka mereka itulah Ahlussunnah wal Jama’ah yang sebenarnya. <em>Wallahu A’lam.</em><em> </em></p>
<br />Filed under: <a href='http://alikhlash.wordpress.com/category/aqidah/'>Aqidah</a> Tagged: <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/ahlus-sunnah-waljamaah/'>ahlus sunnah waljama'ah</a>, <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/edisi-129/'>Edisi 129</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlash.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlash.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlash.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlash.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=223&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2010/07/26/ahlus-sunnah-wal-jamaah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setan dibelenggu di bulan Ramadhan</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2010/07/26/setan-dibelenggu-di-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2010/07/26/setan-dibelenggu-di-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 13:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[edisi 105]]></category>
		<category><![CDATA[Setan dibelenggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlash.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Soal: Di dalam  hadits disebutkan bahwa pada bulan Ramadhan syaithan-syaithan pada di belunggu. Namun pada kenyataannya masih ada saja orang yang berpuasa melakukan kemaksiyatan. Mohon dijelaskan [Hamba Allah - Jember] Jawab: Benar, setan-setan dibelunggu pada bulan Ramadhan. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, ‘Jika masuk bulan Ramadhan, maka pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=218&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Soal</strong>: Di dalam  hadits disebutkan bahwa pada bulan Ramadhan syaithan-syaithan pada di belunggu. Namun pada kenyataannya masih ada saja orang yang berpuasa melakukan kemaksiyatan. Mohon dijelaskan [Hamba Allah - Jember]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawab</strong>: Benar, setan-setan dibelunggu pada bulan Ramadhan. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, ‘Jika masuk bulan Ramadhan, maka pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setang-setan dirantai’ HR. Al-Bukhari 4/112 Muslim 1079.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan diantara tanda-tanda yang kita saksikan bahwa setan itu dibelunggu atau dirantai dibulan Ramadhan adalah banyaknya pelaku kemaksiyatan berhenti dari kemaksiyatannya dan bertaubat kepada Allah Ta’ala secara berbondong-bondong. Namun, mengapa tidak semua pelaku kemaksiyatan bertaubat? mengapa hanya sebagian besarnya saja? mengapa  masih ada saja  yang melakukan perbuatan tercela dibulan Ramadhan?</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu diantara jawabannya adalah; lantaran syaithan yang dimaksudkan pada hadits shahih diatas adalah Al-Maradatu. Yaitu syaithan yang amat membangkang. Artinya, tidak semua syaitan dibelunggu, yang dibelunggu hanyalah mereka yang keras permusuhannya kepada manusia. Pemaknaan seperti ini sesuai dengan sabda Rasulullah Sallallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang lain, ‘Telah datang kepada kalian, bulan Ramadhan. Bulan penuh berkah, dimana Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syaithan-syaithan yang amat membangkang dibelunggu. Pada bulan itulah terdapat sebuah malam yang lebih utama bila dibandingkan dengan seribu bulan. Barangsiapa yang dijauhkan dari kebaikan bulan Ramadhan maka dia berarti telah dijauhkan dari semua bentuk kebaikan.’ [HR. An-Nasai 4/129 , lihat dalam Shahih At-Targhib 1/490]</p>
<p style="text-align:justify;">Ada jawaban lain selain jawaban diatas, tetapi inilah jawaban yang lebih memuaskan. Wallahu A’lam.</p>
<br />Filed under: <a href='http://alikhlash.wordpress.com/category/aqidah/'>Aqidah</a> Tagged: <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/edisi-105/'>edisi 105</a>, <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/setan-dibelenggu/'>Setan dibelenggu</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlash.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlash.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlash.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlash.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=218&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2010/07/26/setan-dibelenggu-di-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dajjal</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2010/03/26/dajjal/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2010/03/26/dajjal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 11:01:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Dajjal]]></category>
		<category><![CDATA[Edisi 110]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlash.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Soal : Kami ingin mengetahui perihal Dajjal yang akan muncul diakhir zaman nanti. Tentang sifat-sifatnya dan cara menjaga diri darinya disaat ia benar-benar muncul nantinya. Jazakumullah atas jawabannya. [Akhwat - Jember] Jawab ; Berbeda dengan golongan Khawarij, Jahmiyyah, dan sebagian Mu’tazilah yang mengingkari keberadaan Dajjal. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah [Ahlul Haq/Kebenaran] meyakini bahwa Dajjal atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=215&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Soal :</strong><strong> </strong> Kami ingin mengetahui perihal Dajjal yang akan muncul diakhir zaman nanti. Tentang sifat-sifatnya dan cara menjaga diri darinya disaat ia benar-benar muncul nantinya. Jazakumullah atas jawabannya.</p>
<p><strong> </strong><strong>[Akhwat - Jember]</strong></p>
<p><strong>Jawab ;</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda dengan golongan Khawarij, Jahmiyyah, dan sebagian Mu’tazilah yang mengingkari keberadaan Dajjal. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah <em>[Ahlul Haq/Kebenaran]</em> meyakini bahwa Dajjal atau Al-Masih Ad-Dajjal benar-benar berwujud. Ia suatu sosok tertentu. Dengan Dajjal, Allah menguji hamba-hamba-Nya. Allah memberikan kemampuan atas segala sesuatu kepadanya dari beberapa perkara yang dimampui oleh Allah <em>Ta’ala</em> berupa menghidupkan orang yang dibunuhnya, memunculkan keindahan dunia  dan kesuburannya, terlihatnya syurga, neraka dan dua sungainya, dimilikinya sumber-sumber kekayaan bumi, kepatuhan langit kepadanya <em>[jika diperintahkan hujan maka langitpun menurunkan hujan], </em>kepatuhan bumi kepadanya <em>[kalau diperintahkan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, bumipun menumbuhkannya]. </em>Semuanya itu terjadi dengan kekuasaan dan kehendak Allah <em>Ta’ala. </em><strong><em>[Lihat Ensiklopedi Ijma’ oleh Sa’di Abu Habib dengan sedikit perubahan hal.73].<span id="more-215"></span></em></strong><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>DAJJAL DAN CIRI-CIRINYA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dajjal  adalah seorang anak Adam <em>[Ia bukan dari golongan jin, dan bukan pula keturunan dari perpaduan manusia dan jin seperti yang disangkakan oleh sebagian orang]. </em>Ia mempunyai ciri-ciri yang jelas yang dapat dikenali oleh setiap mukmin apabila ia telah keluar. Diantara ciri-cirinya adalah seperti dua sabda Rasulullah <em>Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam </em>berikut ini;</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">‘<em>Sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal seorang laki-laki pendek, berkaki bengkok, keriting rambutnya, buta sebelah matanya, dan matanya kabur tidak menonjol dan tidak juga cekung, jika ia memperdayai kalian maka ketahuilah bahwa Tuhan kalian tidaklah buta sebelah’ </em><strong>[Shahih. </strong>HR. Ahmad 23144, Abu Dawud 4320]</li>
<li><em>‘Tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah memperingatkan ummatnya tentang Dajjal yang buta sebelah lagi pendusta. Keta-</em></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><em>huilah bahwa Dajjal buta sebelah matanya sedangkan Allah tidaklah buta sebelah. Tertulis diantara kedua matanya; Kafir (yang mampu dibaca oleh setiap muslim). </em><strong>[HR. Al-Bukhari 7131,7408, Muslim 2933]</strong><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em>Dajjal adalah seorang laki-laki yang masih muda, berkulit merah, yang buta adalah mata sebelah kanannya bagaikan buah anggur yang menonjol keluar, diatas mata kirinya ada daging tumbuh dan ia adalah seorang laki-laki mandul yang tidak mempunyai anak.</p>
<p><strong>WAKTU TURUN DAJJAL</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak diketahui kapan turunnya Dajjal. Lantaran turunnya Dajjal ada kaitannya dengan hari kiamat, sedang hari kiamat sendiri tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya melainkan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala.</em> Yang jelas, munculnya Dajjal adalah merupakan tanda-tanda sangat dekatnya hari kiamat.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>TEMPAT KELUAR DAJJAL</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Dajjal muncul di perbatasan antara wilayah Syam dan Iraq.  Dari Nawwas bin Sam’an <em>Radhiyallahu ‘Anhu </em>berkata, ‘Rasulullah <em>Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam </em>menuturkan tentang Dajjal, ‘<em>Sesungguhnya ia muncul di daerah perbatasan antara Syam dan Iraq, sehingga berbuat kerusakan di kanan dan di kiri.’ </em><strong>[HR. Muslim 2937]</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>MASA DAJJAL DI MUKA BUMI </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Dajjal tinggal di muka bumi ini, hanya selama 40 hari. Sehari seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan, dan sisanya seperti hari-hari biasa. <strong>[Lihat HR. Muslim 2937]</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>TEMPAT YANG DIDATANGI DAJJAL</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dajjal akan masuk pada setiap negeri dengan membawa fitnahnya <em>[termasuk negeri kita ini]</em> kecuali Makkah dan Madinah lantaran semua jalan yang menuju ke sana dijaga malaikat dengan berbaris. Rasulullah <em>Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam </em>bersabda, ‘<em>Tidak ada satu negeri pun, melainkan semua diinjak oleh Dajjal. Kecuali Makkah dan Madinah. Semua jalan yang menuju kesana dijaga dengan malaikat dengan berbaris. Maka berhentilahDajjal disebuah kebun [di pinggir kota Madinah]. Madinah berguncang tiga kali. Lalu -</em></p>
<p><em>keluarlah semua orang-orang kafir dan munafik &#8211; </em></p>
<p><em>Dari kota Madinah menemui Dajjal.’ </em><strong>[HR. Al-Bukhari 1881 dan Muslim 2943]</strong></p>
<p><strong> </strong>Diriwayat yang lain Dajjal tidak dapat masuk  ke empat masjid yaitu, Masjid Al-Haram, Masjid Nabawy, Masjid Al-Aqsha, dan Masjid Ath-Thûr. <strong>[Shahih. HR. Ahmad 24085. Lihat Ash-Shahihah 2934]</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PENGIKUT DAJJAL</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Pengikut Dajjal yang terbanyak adalah dari kalangan Yahudi. Rasulullah <em>Sallallahu Alaihi wa Sallam </em>bersabda, ‘<em>Para pengikut Dajjal adalah dari kelompok Yahudi Isfahan [salah satu wilayah Iran] tujuh puluh ribu orang yang memakai topi penutup kepala.’ </em><strong>[HR. Muslim 2944]</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>FITNAH DAJJAL</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Fitnah [ujian] Dajjal merupakan fitnah yang paling besar sejak Allah menciptakan Adam sampai hari kiamat, karena Allah menciptakannya dengan memiliki kemampuan yang luar biasa yang tidak bisa dicerna oleh akal manusia. Dengan kemampuan yang dimilikinya itu ia mengaku dirinya sebagai tuhan. Ia memiliki surga dan neraka, tetapi neraka miliknya adalah surga, sedangkan surga miliknya adalah neraka. Ia dapat memerintahkan langit agar menurunkan hujan dan memerintahkan bumi agar menumbuhkan  tanaman. Ia mampu menempuh perjalanan di bumi dengan sangat cepat seperti hujan yang diterpa angin, menghidupkan yang mati dan lainnya sebagai fitnah bagi kaum muslimin.</p>
<p><strong>MATINYA DAJJAL</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Sementara Dajjal asyik dengan perbuatan-perbuatannya yang merusak di bumi, Allah mengutus Isa bin Maryam kemuka bumi di menara putih sebelah timur Damaskus untuk membunuh Dajjal. Dan tugasnya pun berhasil, Nabi Isa berhasil membunuh Dajjal di bab <em>Lûd [suatu desa dekat Baitul Maqdis, di Palestina]. </em><strong>[Lihat HR. Muslim 2937]</strong><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>APAKAH DAJJAL SUDAH MUNCUL?</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong>Jika melihat keterangan-keterangan diatas tentang sifat dan fitnah Dajjal, dimana salah satu dari tanda-tandanya <em>[yaitu ada tulisan kafir diantara kedua matanya] </em> dapat diketahui oleh setiap muslim bahkan yang buta huruf sekalipun –<em>sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Muslim 2932- </em>maka dapat dipastikan bahwa ia belum ada hingga saat ini. Adapun mereka yang berpendapat bahwa wujud Dajjal sudah ada dengan menakwilkan bahwa Dajjal bukan manusia melainkan symbol kebudayaan Eropa, kemegahan, dan fitnahnya maka yang demikian itu adalah pendapat batil dan jauh dari kebenaran, lantaran bersebrangan dengan semua dalil-dalil shahih yang telah kami sebutkan sebelumnya tentang Dajjal bahwa ia adalah suatu sosok yang tertentu <em>[manusia]</em> dan berwujud.</p>
<p><strong>MENJAGA DIRI DARI FITNAH DAJJAL</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong><strong> </strong>Berikut beberapa upaya yang dapat lakukan   sedari sekarang untuk menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal ketika ia benar-benar datang nanti;</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Berlindung kepada Allah <em>Ta’ala </em>dari fitnahnya, setiap selesai dari tasyahhud akhir. Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam </em>bersabda, ‘<em>Apabila salah seorang diantara kalian telah selesai dari tasyahhud akhirnya, maka berlindunglah kepada Allah dari empat hal; dari adzab kubur, fitnah hidup dan mati, serta kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.’ </em><strong>[HR. Muslim 588]</strong></li>
<li style="text-align:justify;">Menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi. Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam </em>bersabda, ‘<em>Barangsiapa yang hafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, dia terjaga dari fitnah Dajjal.’ </em><strong>[Shahih. HR. Abu Dawud 4321]</strong></li>
<li>Tinggal di Mekkah dan Madinah.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://alikhlash.wordpress.com/category/aqidah/'>Aqidah</a> Tagged: <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/aqidah/'>Aqidah</a>, <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/dajjal/'>Dajjal</a>, <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/edisi-110/'>Edisi 110</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlash.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlash.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlash.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlash.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=215&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2010/03/26/dajjal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memelihara Jenggot</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2010/03/26/memelihara-jenggot/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2010/03/26/memelihara-jenggot/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ahlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Edisi 110]]></category>
		<category><![CDATA[lihyah]]></category>
		<category><![CDATA[memelihara jenggot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlash.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Jenggot atau didalam bahasa Arab disebut dengan lihyah adalah rambut yang tumbuh di atas kedua belah pipi dan dagu yang menurun dari cambang. Jenggot adalah perhiasan dan tanda kesempurnaan bagi laki-laki. Allah benar-benar telah memperindah jasad laki-laki dengan jenggot yang ia miliki dan memperindah wanita dengan ketiadaan jenggot. Membiarkan jenggot tumbuh adalah termasuk dari salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=204&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jenggot atau didalam bahasa Arab disebut dengan <em>lihyah </em>adalah rambut yang tumbuh di atas kedua belah pipi dan dagu yang menurun dari cambang.</p>
<p style="text-align:justify;">Jenggot adalah perhiasan dan tanda kesempurnaan bagi laki-laki. Allah benar-benar telah memperindah jasad laki-laki dengan jenggot yang ia miliki dan memperindah wanita dengan ketiadaan jenggot. Membiarkan jenggot tumbuh adalah termasuk dari salah satu fitrah yang diciptakan Allah <em>Ta’ala </em>untuk manusia sebagaimana yang disebutkan didalam hadits-hadits yang shahih.<span id="more-204"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Para ulama bahkan seluruh kaum muslimin sepakat tentang disyariatkannya membiarkan jenggot tumbuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya saja, ulama berbeda pendapat tentang hukum memeliharanya dan hukum mencukurnya. Mayoritas ulama berpendapat bahwa membiarkan jenggot tumbuh hukumnya wajib, dan mencukurnya adalah haram. Keputusan ini didasarkan pada dalil-dalil berikut;</p>
<p><strong></strong> Nabi <em>Shallallahu Alaihi wa Sallam </em>memerintahkan memelihara jenggot. Beliau bersabda, ‘<em>Berbedalah dengan kaum musyrik, biarkan jenggot tumbuh dan potonglah kumis.’</em><em></em></p>
<p><em> </em>[<strong>HR. Al-Bukhari 5892 dan Muslim 259</strong>].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong> Mencukur jenggot merupakan penyerupaan terhadap orang-orang kafir sesuai dengan hadits diatas. Dan kita dilarang tegas menyerupai orang-orang kafir.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong> Mencukur jenggot merupakan tindakan merubah ciptaan Allah dan sekaligus ketaatan kepada syetan yang berkata, sebagaimana yang disebutkan didalam Al-Qur`an, ‘ <em>Dan akan aku suruh mereka [merubah ciptaan Allah], lalu benar-benar mereka merubahnya.</em><em>’</em></p>
<p><em> </em>[<strong>QS; An-Nisa’ 119</strong>]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong> Mencukur jenggot merupakan tindakan penyerupaan terhadap wanita, Rasulullah <em>Shallallahu Alaihi wa Sallam </em>melaknat kaum laki-laki yang menyerupai wanita.</p>
<p>[<strong>HR. Al-Bukhari 5892 dan Muslim 259</strong>]</p>
<p style="text-align:justify;">Berhiaslah seperti berhiasnya para Nabi, para Shahabat, para Thabi’in, Imam-imam yang mulia, dan orang-orang yang shalih. Tidakkah hati tergerak untuk mencontoh mereka? Selamat mencoba..!</p>
<br />Filed under: <a href='http://alikhlash.wordpress.com/category/ahlaq/'>Ahlaq</a> Tagged: <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/ahlaq/'>Ahlaq</a>, <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/edisi-110/'>Edisi 110</a>, <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/lihyah/'>lihyah</a>, <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/memelihara-jenggot/'>memelihara jenggot</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlash.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlash.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlash.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlash.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=204&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2010/03/26/memelihara-jenggot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maulid Nabi</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2010/02/25/maulid-nabi-2/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2010/02/25/maulid-nabi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 23:29:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh]]></category>
		<category><![CDATA[Edisi 083]]></category>
		<category><![CDATA[Maulid Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlash.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Soal: Apa hukum menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam dengan perayaan yang ala kadarnya seperti halnya berkumpul-kumpul untuk sekedar mendengar siroh [perjalanan hidup] Nabi, lalu sebagai penutup diadakan acara makan-makan, dan apakah benar bahwa tidak bermaulid tidak cinta Nabi Shalallâhu&#8217; alaihi wasallam? Jawab: Ibnu Khalqan salah seorang sejarawan ternama, menyebutkan bahwa orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=195&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Soal:</strong> Apa hukum menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam dengan perayaan yang ala kadarnya seperti halnya berkumpul-kumpul untuk sekedar mendengar siroh [perjalanan hidup] Nabi, lalu sebagai penutup diadakan acara makan-makan, dan apakah benar bahwa tidak bermaulid tidak cinta Nabi Shalallâhu&#8217; alaihi wasallam?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawab:</strong><br />
Ibnu Khalqan salah seorang sejarawan ternama, menyebutkan bahwa orang yang pertama kali merintis acara peringatan Maulid Nabi adalah Malik Al-Muzaffaruddin Al-Arbaly At-Turkumâny (salah seorang bawahan Sulthan Shalahuddin Al-Ayyubi). Hal itu terjadi pada awal abad ke-7 Hijiriah.<br />
Tentang bagaimana suasana upacara maulid perdana pada masa itu, Ibnu Khalqan yang menyaksikan sendiri acara tersebut berkata: “&#8230;.Seremoni itu dimulai pada malam Maulid (8 Rabi’ul Awwal), dengan membawa sejumlah onta, <span id="more-195"></span>sapi, dan kambing dengan diiringi tabuhan kendang dan lagu-lagu kasidahan, sedang rakyat berada di belakangnya membawa panji-panji, seruling dan pekikan meriah, hingga ternak disembelih dan dagingnya dihidangkan dalam acara itu&#8230; para Sufi pun membawakan berbagai nyanyian unik, menari berputar-putar hingga seolah terbius tak sadarkan diri”. [Lihat Maqâsidul Islam, oleh Syaikh Shalih bin Abdul Aziz dan Rijâlun min Al-Tarikh, oleh Syaikh Ali Thanthawi].<br />
Persaksian Ibnu Khalqan di atas, memberi pesan kepada kita semua bahwa peringatan maulid bukanlah ibadah yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam, para  shahabat Rasullullah Radhiyallahu ‘Anhum , dan juga para tabiut tabi’in Rahimahumullahu Ta’ala; yang mana mereka adalah generasi terbaik yang lebih mengerti sunnah, lebih mencintai Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam, dan lebih mengikuti syari’at daripada generasi setelahnya.<br />
<strong>Ketahuilah</strong>, bahwa sesuatu yang baru dalam urusan agama (bid’ah) baik itu yang berkaitan dengan ibadah mahdhah atau hanya sekedar dijadikan sebagai syi’ar-syi’ar keagamaan adalah terlarang. Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:<br />
Artinya: “<em>Barangsiapa mengada-adakan (sesuatu hal yang baru) dalam urusan (agama) kami, yang bukan merupakan ajarannya, maka akan ditolak</em>.” [Muttafaqun ‘Alaihi].</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:<br />
Artinya: “<em>Dan jauhilah perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah tempatnya di neraka</em> .” [HR. Abu Dawud dan Tirmidzi].</p>
<p style="text-align:justify;">Peringatan maulid bukanlah urusan keduniaan semata sebagaimana yang disangkakan oleh sebagian orang. Tetapi, maulid besar kaitannya dengan urusan ibadah. Lihatlah bagaimana praktek maulid yang umumnya terjadi di tengah masyarakat kita, membaca riwayat hidup Nabi Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam yang tertulis dalam bahasa Arab, dibaca dengan lagu-lagu bahkan tidak jarang diiringi dengan rebana, hingga ketika riwayat Nabi Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam dilahirkan para hadirin pun berdiri secara serempak membaca syair-syair pujian. Para hadirin berdiri lantaran mereka meyakini bahwa ruh Nabi Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam datang pada acara tersebut, sesudah itu diakhiri dengan makan-makan, umumnya dengan buah-buahan.<br />
Tata cara serta keyakinan di atas, adalah tata cara yang teramat jauh dari kebenaran. Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam tidak akan mungkin hadir dalam acara tersebut, Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam tidak akan bangkit dari kuburnya sebelum hari Qiyamat, sedang ruhnya ditempatkan pada tempat yang paling tinggi, tempat kemuliaan, di sisi tuhannya. Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:<br />
Artinya: “<em>Aku adalah orang yang pertama kali dibangkitkan dari kubur pada hari Qiyamat nanti, aku adalah orang yang pertama kali memberi syafaat dan orang yang pertama kali diterima syafaatnya.</em>” [Shahih. Lihat Tahzir Minal Bid’ah, oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz].</p>
<p style="text-align:justify;">Dan juga sewaktu hidupnya, Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam tidak suka disambut oleh shahabat-shahabatnya dengan berdiri. Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:<br />
Artinya: “<em>Janganlah kalian berdiri (memberi penghormatan) kepadaku, sebagaimana orang-orang ‘Ajam berdiri menghormati antara satu dengan yang lainnya.</em>”</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu mengapa orang-orang itu berani melakukannya ketika Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam telah wafat? Bukankah ini adalah bentuk pelanggaran terhadap sunnah?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Maulid Bebas Bid’ah ?</strong><br />
Jika acara maulid diselenggarakan bebas dari hal-hal yang bid’ah, artinya tidak ada acara musik, tari-tarian, tidak berdiri menyambut ruh Nabi Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam, tetapi hanya sekedar berkumpul mendengar wejangan tentang perihal kehidupan Nabi Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam apakah diizinkan oleh agama?<br />
Ibnul Hâj Al-Mâliky (salah seorang ulama yang banyak dipuji oleh ulama termasuk di antaranya Al-Hafidz Ibnu Hajar) dalam kitabnya Al-Madkhal berkata: “&#8230; Apabila pada acara maulid tersebut tidak mengandung unsur-unsur bid’ah dan hal-hal yang diharamkan dan hanya terbatas pada penyajian makanan sebagai hidangan untuk para tetamu/ undangan namun kaitannya (niatnya) dalam rangka maulid, maka hal tersebut juga adalah bid’ah, bid’ah lantaran niatnya. Karena hal itu adalah bentuk penambahan di dalam agama dan bukan amalan dari para shalafus-shalih&#8230;.” [Lihat Maqâsidul Islam, oleh Syaikh Shalih bin Abdul Aziz hal. 220].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Maulid Sontekan dari Agama Lain ?</strong><br />
Di samping peringatan maulid tidak memiliki pijakan dalil, peringatan maulid juga masuk dalam lingkup tasyabbuh (penyerupaan) dengan agama lain. Bukankah orang-orang Nashrani mengagungkan tanggal 25 bulan 12 sebagai peringatan hari kelahiran Isa ‘Alaihissalam, bukankah orang-orang Hindu juga memiliki satu hari yang diagungkan dalam setahun untuk memperingati hari kelahiran pendiri agamanya? Dalam hal ini, Rasulullah Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:<br />
Artinya: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” [HR. Ahmad].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tidak Maulid-an Tidak Cinta Nabi ?</strong><br />
Justru sebaliknya, orang yang tidak ikut maulidan adalah orang yang mencintai Nabi-nya.  Bukankah bentuk mencintai Rasul adalah dengan mengikuti perbuatan dan perkataannya? Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “&#8230;Sesungguhnya kesempurnaan cinta dan pengagungan terhadap Rasul adalah ber-ittiba’ (mengikuti jejaknya), taat padanya, menjalankan perintahnya&#8230;” [Iqtidha’ Shirâthal Mustaqim 2/122].</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Filed under: <a href='http://alikhlash.wordpress.com/category/aqidah/'>Aqidah</a>, <a href='http://alikhlash.wordpress.com/category/siroh/'>Siroh</a> Tagged: <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/aqidah/'>Aqidah</a>, <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/edisi-083/'>Edisi 083</a>, <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/maulid-nabi/'>Maulid Nabi</a>, <a href='http://alikhlash.wordpress.com/tag/siroh/'>Siroh</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlash.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlash.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlash.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlash.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=195&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2010/02/25/maulid-nabi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkonsentrasi Pada Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2009/08/20/berkonsentrasi-pada-al-quran/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2009/08/20/berkonsentrasi-pada-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 09:44:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[AlAmtsalu]]></category>
		<category><![CDATA[alamsilatu]]></category>
		<category><![CDATA[alQuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlash.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Imam Malik jika telah masuk di bulan Ramadhan ia meninggalkan bacaan hadits dan menutup majelis ilmunya dan ia berkonsentrasi membaca al-Quran melalui mushhafnya. Posted in AlAmtsalu Tagged: alamsilatu, alQuran<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=190&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Imam Malik</strong> jika telah masuk di <strong>bulan Ramadhan</strong> ia meninggalkan bacaan hadits dan menutup majelis ilmunya dan ia berkonsentrasi membaca <strong>al-Quran</strong> melalui mushhafnya.</p>
<br />Posted in AlAmtsalu Tagged: alamsilatu, alQuran <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlash.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlash.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlash.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlash.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=190&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2009/08/20/berkonsentrasi-pada-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits Lemah dan Palsu Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2009/08/20/hadits-lemah-dan-palsu-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2009/08/20/hadits-lemah-dan-palsu-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 09:25:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[edisi 105]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits Lemah dan Palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlash.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Soal: ‘Bulan Ramadhan, awalnya adalah rah-mat, pertengahannya adalah pengam-punan dosa dan akhirnya adalah pem-bebasan dari api neraka’, shahihkah hadits ini? Dan harap diinfokan ten-tang hadits lemah terkait dengan bulan Ramadhan.’ [ Ta’lim Masjid Jami’ Wuluhan ] Jawab: Banyak di antara kaum muslimin yang tidak begitu peduli dengan hadits-hadits Nabi yang hendak ia ucapkan atau amalkan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=187&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Soal:</strong> ‘Bulan Ramadhan, awalnya adalah rah-mat, pertengahannya adalah pengam-punan dosa dan akhirnya adalah pem-bebasan dari api neraka’, shahihkah hadits ini? Dan harap diinfokan ten-tang hadits lemah terkait dengan bulan Ramadhan.’ <strong>[ Ta’lim Masjid Jami’ Wuluhan ]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawab:</strong> Banyak di antara kaum muslimin yang tidak begitu peduli dengan hadits-hadits Nabi yang hendak ia ucapkan atau amalkan. Mereka tidak mempersoalkan akan keshahihan dan kelemahan sebuah hadits. Bagi mereka, hadits shahih, lemah atau bahkan palsu sekalipun dianggap berke-dudukan sama. Sehingga kegemaran mereka terhadap hadits lemah dan palsu mengalahkan kegemaran mereka terhadap hadits-hadits shahih dan hasan. Lantaran di dalam <span id="more-187"></span>hadits-hadits lemah dan palsu banyak keutamaan yang dibesar-besarkan dan yang dilebih-lebihkan. Da-lam hal ini Rasulullah Salllallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang menceritakan suatu hadits dariku yang ia ketahui bahwasanya itu dusta, maka ia termasuk golongan para pendusta.’</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Al-Qurthubi dalam salah sebuah nase-hatnya berkata, ‘Seharusnya yang diperbuat oleh orang-orang itu adalah melihat agama mereka seperti halnya mereka melihat harta benda mereka. Mereka tidak mau menerima satu dinar pun yang cacat sewaktu transaksi jual beli, mereka hanya mau memilih uang yang utuh dan bagus. Begitu pula, semestinya di antara riwayat-riwayat dari Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam itu juga tidak diambil selain hanya riwayat [hadits] yang shahih sanadnya dari Nabi saja, agar tidak menjurus pada tindakan berdusta atas Nabi. Aki-batnya, pada saat dia sedang mencari keutamaan, ternyata di situ dia mendapati kekurangan. Bah-kan bisa jadi dia mengalami kerugian yang nyata.’ <strong>[Lihat tafsir surat al-Ahzab ayat ke 56]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh itu, bagi setiap muslim hendaknya membatasi diri dengan mengamalkan hadits-hadits shahih dan hasan saja, serta berupaya menjauhi hadits-hadits lemah lagi palsu. Dan upaya ini bisa dilakukan salah satu di antaranya dengan bertanya kepada ahli ilmu tentang itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kepada Anda, berikut di antara hadits-hadits lemah yang terkait dengan bulan Ramadhan. Mudah-mudahan dengan pemapa-ran ini, Anda dan kaum muslimin lainnya dapat terhindar dari segala tipu daya dari pihak yang sengaja mau merusak Islam dan sendi-sendi ajarannya :</p>
<p style="text-align:justify;"><em> <strong>1.  ‘Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.’</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Lemah</strong>. Al-Irâqy dalam takhrij Al-Ihya 3/75 berkata, ‘Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani di dalam Al-Awshath dan Abu Nu’aim di dalam Ath-Thibbun An-Nabawy dari hadits Abu Hurairah dengan sanad yang lemah.’ <strong>[Lihat juga  ‘Adh-Dhaifah 253]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>2. ‘Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, dan diamnya adalah tasbih&#8230;’</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Lemah.</strong> Diriwayatkan oleh Ibnu Mandah dan Al-Baihaqy. Dan dilemahkan oleh Al-Iraqy di dalam takhrij Al-Ihya’ <strong>[Lihat Dhaiful Jâmi’ 5972]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em><strong>3.     ‘Barangsiapa yang berbuka barang satu hari saja di bulan Ramadhan bukan lantaran rukhsah [kelonggaran] yang Allah berikan kepadanya [seperti sakit, musafir dan lainnya, red.] maka tidaklah ia dapat menggantinya walaupun dengan berpuasa sepanjang masa.’</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Lemah.</strong> Imam Al-Munâwi di dalam Fathul Qadîr 6/106 berkata, ‘Di dalam sanadnya ada rawi yang bernama Abul Muthawwis bin Yazid, ia berkesendirian padanya.  At-Tirmidzi dalam Al-Ilâl berkata dari Al-Bukhari, ‘Aku tidak mengetahui ia memi-liki hadits selainnya, dan aku tidak tahu apakah bapaknya mendengar dari Abu Hurairah atau tidak.’ Al-Qurthuby ber-kata, ‘Hadits lemah. Sepertinya tidak da-pat dijadikan sebagai hujjah, bahkan terda-pat beberapa hadits yang menyelisihinya.’ Ad-Dumairy berkata, ‘Lemah, sekalipun hadits itu di ta’liq oleh Al-Bukhari, dan didiamkan oleh Abu Dawud. Dan di antara ulama yang secara tegas melemah-kannya adalah Al-Baghawi. Ibnu Hajar ber-kata, ‘Padanya terdapat kegoncangan.’ Adz-Dzahabi dalam Al-Kabâir berkata, ‘Hadits ini tidak shahih.’ Syaikh Al-Bany juga melemahkan hadits di atas <strong>[lihat Dha-iful Jâmi’ 5471].</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>4.   ‘Awal Bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah pengampunan dosa, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.’</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> Munkar [lemah]</strong>. Dalam sanadnya ada rawi yang bernama Ali bin Zaid. Ia adalah rawi yang dhaif [lemah] sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ahmad. Ibnu Khuzai-mah berkata, ‘Aku tidak menjadikannya sebagai hujjah lantaran jelek hafalannya.’ <strong>[Lihat ‘Al-Ilal’ oleh Ibnu Abi Hâtim 1/249 dan Adh-Dhaifah oleh Syaikh Al-Bâni 871].</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>5.    ‘Kalaulah seorang hamba tahu apa yang terkandung dalam bulan Ramadhan, nis-aya ummatku berharap agar Ramadhan itu ada sepanjang tahun.’</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Palsu.</strong> Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah di dalam shahihnya 1886 dan Abu Ya’la dalam Musnadnya dari hadits Abu Mas’ud Al-Ghifary. Di dalam sanadnya ada rawi yang bernama Jarir bin Ayyub. Ibnu Hajar dalam Lisanul Mizan 2/101 berkata tentang diri Jarir, ‘Ia terkenal dengan kelemahan.’ Abu Nua’im berkata, ‘Dia pernah memalsukan hadits’. Al-Bukhari berkata, ‘Munkarul hadits.’ Syaikh Al-Bani berkata dalam ta’liqnya atas Ibnu Khuzaimah, ‘Sanadnya adalah lemah bahkan palsu.’</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>6.    ‘Bulan Ramadhan [puasa yang dilakukan oleh seseorang-red.] tergantung di antara langit dan bumi, dan tidak ada yang mampu mengangkatnya ke hadapan Allah kecuali dengan zakat fithri.’</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Lemah.</strong> Di dalam  sanadnya ada rawi yang bernama Muhammad bin Ubaid Al-Bashry, dia adalah rawi yang majhul. <strong>[Lihat dalam ‘Al-Ilal Al-Mutanâhiyah oleh Ibnul Jauzi 824, dan Adh-Dhaifah oleh Syaikh Al-Bâni 43].</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong> 7.   ‘5 perkara yang dapat membatalkan puasa dan membatalkan wudhu, yaitu : dusta, ghibah, mengadu domba, memandang dengan syahwat dan sumpah palsu’</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Lemah.</strong> Al-Munawi dalam Fathul Qâdir 3/590 berkata, ‘Di dalam sanadnya ada rawi yang bernama Sa’id bin ‘Anbasah. Imam Adz-Dzahabi di dalam Adh-Dhu’afa berkata tentang dirinya, ‘Ibnu Main dan lainnya men-dustakannya dari Baqiyah, dan keadaannya diketahui. Sedang Jâbân [juga salah satu dari perawi hadits di atas] Az-Zahabi berkata tentang dirinya, ‘Ia tidak ma’ruf.’ <strong>[Keterangan lengkap lihat Adh-Dhaifah 1708].</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>8.   ‘Barangsiapa menghidupkan [dengan mela-kukan shalat khusus- Red] pada malam ‘Idul Fithri dan Idul Adha maka hatinya tidak akan mati di hari matinya hati-hati orang.’</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Lemah. </strong>Ibnu Hajar berkata, ‘Hadits tersebut goncang sanadnya, di dalam sanadnya ada rawi yang bernama Umar bin Hârun dan ia adalah dhaif/lemah. <strong>[Lihat Faidul Qadîr 6/55].</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah sejumlah hadits-hadits lemah dan palsu yang dapat kami suguhkan kehadapan pembaca. Sebenarnya masih ada banyak hadits lemah dan palsu yang terkait dengan bulan Ramadhan ini, namun delapan hadits di atas kami anggap cukup sebagai peringatan bahwa ada banyak hadits lemah dan palsu tentang urusan puasa ini. Dan bagi pembaca yang telah mengetahui kelemahan atau kepalsuan suatu hadits tidak diperbolehkan menisbatkan hadits-hadits tersebut kepada Rasulullah Sallalallahu ‘Alaihi wa Sallam karena hal itu juga digolongkan berdusta atas nama Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam.</p>
<br />Posted in Fiqih Tagged: edisi 105, Fiqih, Hadits Lemah dan Palsu, Puasa Ramadhan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlash.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlash.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlash.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlash.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=187&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2009/08/20/hadits-lemah-dan-palsu-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setan Dibelenggu</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2009/08/20/setan-dibelenggu/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2009/08/20/setan-dibelenggu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 09:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[edisi 105]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Setan dibelenggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlash.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Soal: Di dalam  hadits disebutkan bahwa pada bulan Ramadhan syaithan-syaithan pada di belunggu. Namun pada kenyataannya masih ada saja orang yang berpuasa melakukan kemaksiyatan. Mohon dijelaskan  [ Hamba Allah - Jember ] Jawab: Benar, setan-setan dibelunggu pada bulan Ramadhan. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Jika masuk bulan Ramadhan, maka pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=183&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Soal:</strong> Di dalam  hadits disebutkan bahwa pada bulan Ramadhan syaithan-syaithan pada di belunggu. Namun pada kenyataannya masih ada saja orang yang berpuasa melakukan kemaksiyatan. Mohon dijelaskan  <strong>[ Hamba Allah - Jember ]</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawab:</strong> Benar, setan-setan dibelunggu pada bulan Ramadhan. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Jika masuk bulan Ramadhan, maka pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setang-setan dirantai” <strong>[</strong><strong> HR. Al-Bukhari 4/112 Muslim 1079</strong><strong>]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dan diantara tanda-tanda yang kita saksikan bahwa setan itu dibelunggu atau dirantai dibulan Ramadhan adalah <span id="more-183"></span>banyaknya pelaku kemaksiyatan berhenti dari kemaksiyatannya dan bertaubat kepada Allah Ta’ala secara berbondong-bondong. Namun, mengapa tidak semua pelaku kemaksiyatan bertaubat? mengapa hanya sebagian besarnya saja? mengapa  masih ada saja  yang melakukan perbuatan tercela dibulan Ramadhan?</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu diantara jawabannya adalah; lantaran syaithan yang dimaksudkan pada hadits shahih diatas adalah Al-Maradatu. Yaitu syaithan yang amat membangkang. Artinya, tidak semua syaitan dibelunggu, yang dibelunggu hanyalah mereka yang keras permusuhannya kepada manusia. Pemaknaan seperti ini sesuai dengan sabda Rasulullah Sallallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang lain, ‘Telah datang kepada kalian, bulan Ramadhan. Bulan penuh berkah, dimana Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syaithan-syaithan yang amat membangkang dibelunggu. Pada bulan itulah terdapat sebuah malam yang lebih utama bila dibandingkan dengan seribu bulan. Barangsiapa yang dijauhkan dari kebaikan bulan Ramadhan maka dia berarti telah dijauhkan dari semua bentuk kebaikan.’ <strong>[HR. An-Nasai 4/129 , lihat dalam Shahih At-Targhib 1/490]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada jawaban lain selain jawaban diatas, tetapi inilah jawaban yang lebih memuaskan. Wallahu A’lam.</p>
<br />Posted in Fiqih Tagged: edisi 105, Fiqih, Puasa Ramadhan, Setan dibelenggu <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlash.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlash.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlash.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlash.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=183&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2009/08/20/setan-dibelenggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2009/06/29/ahlus-sunnah-wal-jamaah/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2009/06/29/ahlus-sunnah-wal-jamaah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 00:45:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[ahlus sunnah waljama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Edisi 129]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlash.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Soal: Beberapa kelompok di daerah kami saling mengklaim bahwa kelompok merekalah yang paling ‘Ahlus Sunnah Wal Jama’ah’. Apakah hakikat yang sebenarnya dari ‘Ahlussunnah Wal Jamaah itu’? Mohon penjelasannya. [Abdullah-Di Bumi Allah] Jawab : Istilah Ahlussunnah wal Jama’ah merupakan frase [gabungan kata] yang terdiri dari tiga kata utama, yaitu ahlu, sunnah dan jama’ah. Ahlu artinya pengikut. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=161&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Soal:</strong><strong> </strong> Beberapa kelompok di daerah kami saling mengklaim bahwa kelompok merekalah yang paling ‘Ahlus Sunnah Wal Jama’ah’. Apakah hakikat yang sebenarnya dari ‘Ahlussunnah Wal Jamaah itu’? Mohon penjelasannya. <strong>[Abdullah-Di Bumi Allah]</strong></p>
<p><strong>Jawab :</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Istilah Ahlussunnah wal Jama’ah merupakan frase [gabungan kata] yang terdiri dari tiga kata utama, yaitu ahlu, sunnah dan jama’ah. Ahlu artinya pengikut. Ahlussunnah berarti pengikut sunnah, sementara ahluljamaah berarti pengikut jama’ah. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan ahlussunnah dan ahlul jama’ah menurut tinjauan syari’at.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama  : Ahlussunnah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara bahasa kata As-Sunnah berarti sejarah [perjalanan hidup] dan jalan [metode] yang ditempuh. Ibnul Atsir dalam An-Nihâyah 2/223 berkata, ‘Dalam hadits berulang kali disebutkan kata as-sunnah dan pecahan katanya. Asal maknanya adalah sejarah hidup dan jalan yang ditempuh.’<span id="more-161"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Adapun definisi sunnah menurut ulama ‘aqidah adalah petunjuk yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para shahabatnya, baik tentang ilmu, i’tiqad [keyakinan], perkataan maupun perbuatan. Dan ini adalah as-sunnah yang wajib diikuti. Ibnu Rajab Al-Hanbali Rahimahullah dalam kitabnya ‘Jâmi’ul ‘Ulûm wal Hikâm hal.492’ berkata, ‘As-Sunnah ialah jalan yang ditempuh, mencakup di dalamnya berpegang teguh kepada apa yang dilaksanakan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para khalifahnya yang terpimpin dan lurus berupa keyakinan, perkataan dan perbuatan. Itulah as-Sunnah yang sempurna. Oleh karena itu generasi salaf terdahulu tidak menamakan as-sunnah kecuali kepada apa saja yang mencakup ketiga aspek tersebut.’</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, dapat dipahami dari keterangan diatas bahwa ahlussunnah adalah orang yang mengikuti sunnah dan berpegang teguh dengannya. Ibnu Hazm dalam ‘Al-Fishal 2/107’ berkata, ‘Ahlussunnah yang kita sebutkan adalah ahlulhaq [pengikut kebenaran]. Sedang selain mereka adalah ahlulbid’ah.  Ahlussunnah adalah para shahabat <em>Radhiyallahu Anhum </em>dan setiap orang yang menempuh jalan mereka<strong> </strong>dari kalangan tabi’in, lalu para ulama hadits, ulama fiqih dari satu generasi ke generasi selanjutnya sampai hari ini dan juga masyarakat secara umum yang mengikuti mereka, baik di belahan bumi barat maupun timur.’</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>KEDUA: AL-JAMA’AH</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara bahasa <em>‘Jama’ah’ </em>berarti kelompok dan bersatu; lawan katanya [antonimnya] adalah berpecah belah. Dalam hadits, banyak sekali disebutkan perintah untuk berjamaah dan larangan untuk berpecah belah, diantara hadits tersebut adalah sabda Rasulullah <em>Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘&#8230;Sesungguhnya umat Islam ini akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali satu yaitu Al Jama’ah.’ </em><strong>[HR Ahmad 4/102, Abu Dawud 5/4597]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Adapun definisi <em>Jama’ah </em>menurut ulama ‘aqidah adalah generasi pertama dari ummat ini, yaitu kalangan shahabat, tabi’in serta orang-orang yang mengikuti dalam kebaikan hingga hari kiamat, karena berkumpul di atas kebenaran.’</p>
<p style="text-align:justify;">Allamah Abdurrahman bin Ismail yang populer dengan panggilan Abu Syamah berkata, ‘Perintah untuk berpegang kepada jama’ah, maksudnya berpegang kepada kebenaran dan mengikutinya. Meskipun yang melaksanakan sunnah itu sedikit dan yang menyalahinya banyak. Karena kebenaran itu adalah apa yang dilaksanakan oleh jama’ah yang pertama, yaitu yang dilaksanakan Rasulullah <em>Shallallahu Alaihi wa Sallam </em>dan para shahabat beliau <em>Radhiyallahu Anhum.</em> Tanpa melihat banyaknya pengikut kebathilan setelah mereka.’</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Asy-Syathibi <em>Rahimahullah </em>dalam <em>‘Al-I’tishâm 1/449’ </em>berkata, ‘Sudah jelas bahwa jamaah dengan makna ini tidak mensyaratkan banyak sedikitnya pengikut, tapi yang disyaratkan adalah kesesuaiannya dengan kebenaran sekalipun diselisihi oleh mayoritas umat manusia.’</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Mas’ud <em>Radhiyallahu Anhu, ‘Al-Jama’ah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun engkau sendirian.’</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DEFINISI AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ahlussunnah wal Jama’ah adalah generasi shahabat, tabi’in, tabiut tabi’in dan seluruh ummat Islam yang mendasarkan hidupnya pada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman generasi shahabat serta menjadikan keduanya sebagai pedoman hidup. Mereka menjauhi perkara-perkara yang baru dan bid’ah dalam agama. Standar kebenaran mereka adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah serta ijmâk yang merupakan kesepakatan para shahabat dan juga ulama mujtahidin yang terpercaya sesudah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong><strong>KESIMPULAN </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari sini jelaslah bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah adalah setiap muslim yang mengikuti jejak para sahabat. Ahlussunnah bukan monopoli golongan tertentu. Tidak benar jika sebagian kelompok umat Islam menganggap dirinya satu-satunya Ahlussunnah sementara kelompok lainnya bukan Ahlussunnah. Ahlussunnah juga bukan sekedar nama, tetapi lebih dari itu ia merupakan manhaj, jalan hidup para sahabat yang harus dipraktikkan. Ukuran apakah seseorang termasuk Ahlussunnah atau tidak? Jawabnya bahwa tidak setiap orang yang mengklaim dirinya atau kelompoknya atau organisasinya atau jama’ahnya sebagai Ahlussunnah, itu benar-benar Ahlussunnah. Karena terkadang mereka menamakan dirinya Ahlussunnah tetapi dalam amalannya mereka tidak sesuai dengan AlQur’an dan as Sunnah. Namun jika jalan hidup mereka sesuai dengan petunjuk Rasulullah <em>Shallallahu Alaihi wa Sallam</em> dan para sahabat, maka mereka itulah Ahlussunnah wal Jama’ah yang sebenarnya. <em>Wallahu A’lam.</em><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />Posted in Aqidah Tagged: ahlus sunnah waljama'ah, Aqidah, Edisi 129, manhaj <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlash.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlash.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlash.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlash.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=161&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2009/06/29/ahlus-sunnah-wal-jamaah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jamak Shalat Waktu Hujan</title>
		<link>http://alikhlash.wordpress.com/2009/05/30/jamak-shalat-waktu-hujan/</link>
		<comments>http://alikhlash.wordpress.com/2009/05/30/jamak-shalat-waktu-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 14:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ibnudahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Edisi 122]]></category>
		<category><![CDATA[Jamak Shalat Waktu Hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alikhlash.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Soal: Hadits manakah yang menunjukkan bahwa shalat boleh di jamak waktu hujan? [03317804xxx] Jawab: Hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah menggabungkan antara Dhuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya di Madinah tanpa ada sebab ketakutan maupun hujan.’ Abu Kuraib atau Sa’id berkata, ‘Aku bertanya kepada Ibnu Abbas, ‘Kenapa demikian?’ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=157&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Soal: </strong>Hadits manakah yang menunjukkan bahwa shalat boleh di jamak waktu hujan? <em>[03317804xxx]</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jawab: </strong>Hadits Ibnu Abbas <em>Radhiyallahu Anhu, </em>ia berkata, ‘Rasulullah <em>Shallallahu Alaihi wa Sallam </em>pernah menggabungkan antara Dhuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya di Madinah tanpa ada sebab ketakutan maupun hujan.’ Abu Kuraib atau Sa’id berkata, ‘Aku bertanya kepada Ibnu Abbas, ‘Kenapa demikian?’ Dia menjawab, ‘Agar tidak memberatkan ummatnya.’ <strong>[HR. Muslim 705 dan Ahmad 1/223]. </strong>Diantara shahabat yang menjamak shalat diwaktu hujan Ibnu Abbas dan Ibnu Umar.</p>
<br />Posted in Hadits Tagged: Edisi 122, Hadits, Jamak Shalat Waktu Hujan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alikhlash.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alikhlash.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alikhlash.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alikhlash.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alikhlash.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alikhlash.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alikhlash.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alikhlash.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alikhlash.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alikhlash.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alikhlash.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alikhlash.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alikhlash.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alikhlash.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alikhlash.wordpress.com&amp;blog=2804087&amp;post=157&amp;subd=alikhlash&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alikhlash.wordpress.com/2009/05/30/jamak-shalat-waktu-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6d471ce657332d709ac439bf393df1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ibnudahn</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
