Menuntut Ilmu adalah salah satu amalan terbaik dan pendekatan diri terbaik yang akan menambahkan keimanan, petunjuk, cahaya hidayah, dan ketakwaan. Siapapun yang mengikuti jalan dan manhaj ilmu serta terhindar dari pantangannya, maka ia mendapatkan kemenangan besar, baik didunia maupun diakhirat.
Diantara pantangan atau kesalahan murid dalam mempergauli gurunya adalah;
1. Berbicara dengan guru dengan lafadh anta [kamu], namun yang benar adalah memanggil gurunya dengan kata antum [atau panjenengan dalam bahasa jawa] sebagai bentuk penghormatan kepadanya.
2. Melalui atau melintasi sang guru dalam keadaan berjalan. Akan tetapi, hendaklah sang murid menunggu dan membiarkan sang guru berjalan didepannya.
3. Melupakan kemuliaan seorang guru dan tidak menghormatinya.
4. Masuk dan menemui sang guru pada saat di luar majelis ilmu, kecuali dengan izinnya.
5. Tidak sabar atas tabiat dan watak sang guru dalam memberikan pelajaran.
6. Memandang dengan pandangan remeh pada sang guru.
7. Melukai dengan segala bentuk pelukaan; baik dihadapan maupun di belakang sang guru.
8. Tidak duduk dihadapan guru dengan tawadhu’, rendah hati, dan khusuk mendengarkan apa yang sedang disampaikannya.
9. Terus menerus melontarkan pertanyaan pada guru [kecuali setelah ada izin]
10. Menanyakan kepada guru tentang sesuatu yang bukan bidangnya.
[Dari kitab Akhthâuna fil Ibadat wal Mualamat oleh Musthafa Murad Subhi]
Filed under: Ahlaq | Tagged: Edisi 118, Pantangan Murid



