Soal: Kami ingin informasi yang lebih banyak tentang hak-hak Rasulullah saw yang harus terpenuhi oleh ummat ini. Mengingat ada sebagian kita yang mengaku cinta Rasul tetapi belum menjalankan hak-haknya.
Jawab: Ada dua bentuk kedurhakaan terhadap para Rasul yang tidak ada ketiganya. Yaitu sikap ‘tafrith’ (melalaikan/ meremehkan) dan sikap ‘ifrath’ (melampaui batas dan berlebih-lebihan) terhadap hak-hak mereka.
Bagian terbesar dari sikap melalaikan dan meremehkan para Rasul didominasi oleh kaum Yahudi yang selalu menyakiti dan membunuh para Nabi. Sedang bagian terbesar dari sifat melampaui batas dan berlebih-lebihan didominasi oleh orang-orang Nasrani yang berlebihan dalam memuji diri al-Masih sehingga mereka mengeluarkan al-Masih dari kerangka kenabian ke derajat ke-Tuhan-an, padahal ia hanyalah seorang Nabi seperti Nabi-Nabi lainnya.
Kebinasaan orang-orang Yahudi dan Nasrani disebabkan karena dua sifat tersebut. Agar seorang muslim tidak terjatuh pada kebinasaan yang sama, maka ia harus berbeda dengan kaum Yahudi dan Nasrani dalam bersikap terhadap para Rasul. Ia harus mengenal hak-hak Rasulullah saw. Sebab dengan mengenal hak-hak Rasulullah r maka sikap tafrith dan ifrath dapat terhindarkan. Berikut adalah hak-hak Rasulullah saw yang wajib kita kenali :
1. At-Ta’zir (menolong) dan at-Tauqir (menyokong).
Allah I berfirman, artinya : Sesungguhnya kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan rasul-Nya, menguatkannya, menyokongnya dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. [Qs. Al-Fath : 8-9].
Menguatkan dan menyokong adalah hak Rasulullah saw sedang bertasbih pada waktu pagi dan petang adalah haq Allah swt.
2. Ketaatan sepenuhnya
Hanya dengan mentaati Allah swt dan RasulNyalah akan membuka pintu-pintu kemuliaan, rahmat dan kenikmatan syurga yang abadi. Allah swt berfirman, artinya: Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar [Qs. Al-Ahzab : 71].
Allah swt juga berfirman, artinya: Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya, supaya kamu diberi Rahmat [Qs. Ali Imran :132].
Dan Allah swt <!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Gill Sans MT”; panose-1:2 11 5 2 2 1 4 2 2 3; mso-font-alt:”Century Gothic”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:7 0 0 0 3 0;} @font-face {font-family:”AGA Arabesque”; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face {font-family:”Traditional Arabic”; panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:178; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}
berfirman, artinya: Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya , niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan di Azabnya dengan azab yang pedih [Qs. Al-Fath: 48].
3. Ittiba’ (mengikuti petunjuk Nabi saw)
Tidak ada jalan yang lebih tepat, cepat, selamat dan menjamin kita sampai kepada keridhaan Allah swt selain mengikuti jalan yang telah dibentangkan oleh Nabi saw. Baik dalam permasalahan yang kecil atau pun besar. Allah swt berfirman, artinya: Katakan-lah jika engkau betul-betul mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosa kamu dan Allah Maha pengampun lagi penyayang. [Qs. Ali Imran : 31].
4. Berhukum kepada Rasulullah saw. dengan disertai rasa ridha dan menerima apa yang jadi keputusannya.
Allah saw berfirman, artinya: Maka demi Tuhan kamu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. [Qs. An-Nisaa': 76].
5. Bersopan santun kepadanya Nabi saw
Di antara adab-adab yang diajarkan oleh Allah swt kepada kita di dalam Al-Quran adalah tidak memanggil Nabi dengan namanya, sebagaimana lazimnya manusia memanggil satu dengan yang lainnya. Allah swt berfirman, artinya: Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain) [Qs. An-Nur : 63].
Begitu juga tidak dibenarkan mengangkat suara melebihi suara Rasulullah saw ketika berhadapan dengannya. Allah swt berfirman, artinya: Hai orang-orang beriman janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedang kamu tidak menyadari. [Qs. Al-Hujurat: 2].
6. Mengucapkan salawat dan salam kepadanya
Allah swt berfirman, artinya: Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bershalawat untuk nabi, Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepada-nya. [Qs. Al-Ahzab: 56].
7. Tidak melebihkan Rasulullah saw di antara para Nabi-nabi Allah swt
Hanya Allah yang berhak melebihkan/ mengutamakan antara satu nabi dengan nabi yang lainnya. Allah swt berfirman, artinya: Dan sesungguhnya kami telah lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain) [Qs. Al-Israa' : 55].
Allah swt berfirman, artinya: Rasul-rasul itu kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain , Di antara mereka ada yang berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. [Qs. Al-Baqarah : 253].
Begitu juga Rasulullah saw senantiasa mengajarkan kepada sahabat-sahabatnya untuk tidak melebihkannya dari seorang pun dari nabi-nabi Allah, Rasulullah saw bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kamu berkata sesungguhnya saya (Muhammad) lebih baik dibanding Yunus bin Mata”.
Filed under: Ahlaq | Tagged: Ahlaq, Edisi 093, Hak-hak Rasulullah



