• Buletin Al-Ikhlash

    Diterbitkan Oleh:
    Seksi Dakwah Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlash Wuluhan Jember.
    Penasehat:
    Ust.Ahmad Amar Syarif
    Pemimpin Redaksi:
    Ust. Muhammad Ayyub
    Pemimpin Usaha:
    Ibnu Muchsin Al-Rosi
    Dewan Redaksi:
    Ust. Ahmad Amar Syarif,
    Ust. Muhammad Ayyub,
    Ust. Hamzah Amali,
    Ust. Abdullah Muid.
    Sekretaris:
    Abu Owais
    Keuangan:
    Fredy
    Sirkulasi dan Distribusi:
    Abu Ismail, Ihsan,
    Alamat Redaksi:
    Pondok Pesantren Al-Ikhlash No.76, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Indonesia. Telp (0336) 621286. Tromol Pos 01.
    Info Berlangganan:
    Infaq Rp.200/lembar Untuk luar kota pemesanan minimal @50 eks =Rp 50.000/bulan (Jawa) & Rp 55.000/bulan (Luar Jawa) - Sudah termasuk ongkos kirim. Rekening 8910152361 BCA a/n A.Hadiq. Hub: 081342298660.
    Layangkan Pertanyaan:
    Via SMS dan Telp ke (0331) 7804690
  • April 2008
    M T W T F S S
    « Jan   May »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Meta

  • Kajian Salaf

Perbedaan antara mani, madzi dan wadi

Pertanyaan:
Kami masih dibingungkan dengan perbedaan antara air mani, madzi, dan wadi. Dan bagaimana cara bersuci dari ketiganya itu? (Abdullah).

Jawaban:
Air mani adalah lendir putih lagi kental yang keluar disebabkan karena syahwat, memuncrat ketika keluar, berakhir dengan kelemasan, serta memiliki bau yang menyerupai bau telor busuk. Sedangkan mani wanita berwarna encer kekuning – kuningan. Air mani adalah suci namun ia membatalkan wudhu.

Cara bersuci dari mani:
Adapun bersuci diri dari air mani adalah dengan mandi. Rasul Saw bersabda:
…………………………………

Maksudnya, wajib mandi lantaran mengeluarkan air mani.
Air Madzi adalah air encer bersifat lengket, yang keluar karena syahwat, juga bisa keluar tanpa syahwat, keluarnya tidak memuncrat dan tidak berakhir dengan kelemasan. Dan boleh jadi Madzi keluar tanpa dirasakan sebelumnya. Madzi bukan hanya dimiliki laki–laki tetapi juga ada pada wanita. Madzi adalah najis, dengan demikian keluarnya membatalkan wudhu seseorang.
Cara bersuci dari air madzi
Bersuci dari madzi adalah dengan mencuci kemaluan dan dua biji pelir, baru kemudian berwudhu. Dalil berwudhu:
………………………………

Dalil mencuci kemaluan dan kedua biji pelir
Rasul Saw bersabda kepada Ali:
………………………………….

Air Wadi adalah air putih kental yang keluar setelah air kencing. Ia adalah najis dan wajib berwudhu. Dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Mani, Wadi, Madzi, adapun mani padanya terdapat kewajiban mandi, sedangkan wadi dan madzi pada keduanya terdapat kewajiban berwudhu dan mencuci kemaluannya. (Shahih Ibnu Abi Syaibah 1/92, Baihaqi 1/115).

About these ads

10 Responses

  1. Apakah madzi yg keluar dapat membatalkan puasa? Mohon jawabannya segera.

    admin response:
    kami kutipkan pertanyaan serupa sebagai berikut:
    PERTANYAAN TENTANG HUKUM BERSUCI SETELAH BERCUMBU Tatkala suami isteri bercumbu, mencium, atau menyentuh dengan syahwat, lalu dia melihat di celana dalamnya ada cairan yang berasal dari farjinya setelah kemaluannya ereksi kemudian melunak. Lalu ditanyakan tentang pengaruh-pengaruh yang disebabkan oleh hal itu berupa bersuci, serta sah dan tidaknya puasa? Jawaban Penanya tidak menyebutkan dalam pertanyaannya bahwa ia merasa sperma keluar karena mencumbui isterinya. Ia hanyalah menyebutkan bahwa dia melihat cairan di celana dalam-nya. Tampaknya, wallaahu a’lam, bahwa apa yang dilihatnya adalah madzi, [2] bukan mani. Madzi adalah najis yang mengharuskan untuk menyuci kemaluan, dan tidak membatalkan puasa menurut pendapat yang shahih dari pendapat-pendapat para ulama. Ia juga tidak wajib mandi karenanya. Adapun jika yang keluar adalah mani, maka ia wajib mandi dan membatalkan puasa. Mani adalah suci, hanya saja ia kotor dan disyari’atkan mencuci bagian pakaian atau celana yang terkena mani. Orang yang berpuasa disyari’atkan menjaga puasanya dengan meninggalkan segala hal yang akan membangkitkan syahwatnya, seperti bercumbu dan sejenisnya. [3]

    Foote Note
    [2]. Madzi adalah cairan bening kental yang biasanya keluar dari kemaluan laki-laki pada saat mencumbu isterinya sebelum mencampurinya
    [3]. Fataawaa al-Lajnah ad-Daa-imah lil Iftaa’.
    http://www.almanhaj.or.id
    Tanggal: Minggu, 9 Maret 2008 10:49:33 WIB
    Dibuat oleh SalafiDB http://salafidb.googlepages.com

  2. kalau saja yang keluar hanya cairan bening kental tanpa karna syahwat dan tanpa di lanjutkan dengan kelemasan apakah harus dengan mandi …….?

  3. Thanks a lot
    Hatur nuhun atas sharingnya……
    sekarang saya jadi tahu perbedaan ketiganya……

  4. Numpang tny, b0s..
    Kl kluar madzi apa qta dwjibkn mncuci ato mnggnti pakaian dlm yg qta gunakn?

  5. Sukran kaatsir…..

  6. Assalamu’alaikum Wr.Wb

    saya mau nanya setelah bangun tidur saya merasakan ada yg kelur dr pintu depan cairan lengket,banyak,berwarna abu,keluarnyasediki-sedikit lalu banyak,padahal waktu saya tidur saya tidak mimpi yg berbau wanita,saya sering merasakan seperti itu…. apakah itu mani/madzi….?????

    • mnurut saya itu adalah mani, jd kamu wajib mandi, karna sebenarnya mani itu terkadang juga keluarnya tidak disertai dengan perasaan enak. tapi biasanya keluar pada saat kita merasa kecapean atau kedinginan. jadi bilamana kamu ragu apakah itu manai atau bukan mendingan kamu mandi aja.

      • lebih jelas anda periksa sisa pd celana dalamnya, dilihat dari volume/jumlahnya MANI lebih banyak dari madzi/wadi meskipun sudah kering ketika kita terbangun

  7. Apakah ada yang menyebutkan bahwa hukum Madzi adalah najis?

    Sepengetahuan saya dalil yang ada secara eksplisit hanya menjelaskan bahwa bila seorang laki2 atau perempuan mengeluarkan madzi maka wudhunya batal.
    Begitu pula riwayat yang menyebutkan bahwa istri rasulullah membersihkan mani dengan cara mengeriknya (tanpa dicuci). Biasanya orang yang mengeluarkan mani pasti disertai dengan madzi. Kalau toh istri rasul hanya mengerik celana dalam rasul saja tanpa mencucinya, maka yang pasti hilang bukanlah madzinya, tapi maninya.

    Begitu pula sifatnya. Mani dan madzi bukan merupakan kotoran seperti halnya kencing, BAB, dan kentut. Cairan tersebut keluar akibat adanya dorongan seksual.

    Menurut saya hukum madzi seperti halnya mani. Madzi dan mani itu tidak najis, hanya saja bila mengeluarkannya maka batal wudhu seseorang. Kalau hanya keluar madzi, maka wajib berwudhu. Jika keluar mani maka dia wajib mandi junub.

    Mohon tanggapan dan koreksinya.

    Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: