• Buletin Al-Ikhlash

    Diterbitkan Oleh:
    Seksi Dakwah Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlash Wuluhan Jember.
    Penasehat:
    Ust.Ahmad Amar Syarif
    Pemimpin Redaksi:
    Ust. Muhammad Ayyub
    Pemimpin Usaha:
    Ibnu Muchsin Al-Rosi
    Dewan Redaksi:
    Ust. Ahmad Amar Syarif,
    Ust. Muhammad Ayyub,
    Ust. Hamzah Amali,
    Ust. Abdullah Muid.
    Sekretaris:
    Abu Owais
    Keuangan:
    Fredy
    Sirkulasi dan Distribusi:
    Abu Ismail, Ihsan,
    Alamat Redaksi:
    Pondok Pesantren Al-Ikhlash No.76, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Indonesia. Telp (0336) 621286. Tromol Pos 01.
    Info Berlangganan:
    Infaq Rp.200/lembar Untuk luar kota pemesanan minimal @50 eks =Rp 50.000/bulan (Jawa) & Rp 55.000/bulan (Luar Jawa) - Sudah termasuk ongkos kirim. Rekening 8910152361 BCA a/n A.Hadiq. Hub: 081342298660.
    Layangkan Pertanyaan:
    Via SMS dan Telp ke (0331) 7804690
  • April 2008
    M T W T F S S
    « Jan   May »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Meta

  • Kajian Salaf

Menjawab Salam dengan “Assalamu Alaikum”

Soal:

Dalam kitab Shahih Al – Bukhari, di sana kami temukan sebuah hadits yang tampak ganjil bagi kami, yaitu tentang dialog antara Adam dengan Malaikat. Dimana sewaktu Adam mengucapkan salam ke malaikat, malaikat menjawab: “Assalamu ‘Alaika wa Rahmatullah”. Apa jawaban malaikat ini tidak keliru? (Pak Teguh-Tanjung Rejo).

Jawab:

Agar pembaca dapat mengambil faedah yang banyak, ada baiknya jika hadits yang anda maksudkan itu kami tuliskan teks lengkapnya (menyusul) berikut dengan terjemahannya:

Artinya: Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Saw, beliau bersabda: Tatkala Allah menciptakan Adam “Alaihip Salam, Allah berfirman kepadanya: Pergilah dan ucapkanlah salam kepada para Malaikat yang sedang duduk itu, kemudian dengarkanlah jawaban mereka kepadamu, karena sesungguhnya jawaban itu merupakan penghormatan bagimu dan penghormatan bagi anak cucumu. Maka Adam mengucapkan Assalamu ‘Alaikum. Mereka menjawab: Assalamu Alaika Warahmatullah”. (H.R Bukhari 6227, Muslim 2841).

  • Bagaimana cara menjawab salam yang benar?

Imam An-Nawawie dalam kitabnya Riyadhus Shalihin membuat pasal khusus tentang ini. Beliau menuli: Pasal cara memberi dan menjawab salam; Sunnah bagi yang memberi salam mengucapkan “Assalamu ‘Alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuhu” susunan katanya menggunakan dhamir jamak (kum) sekalipun yang diberi salam hanya seorang; Sedangkan yang menjawab salam mengucapkan: Wa ‘Alaikumus salam wa Rahmatullahi wa Barakatuhu, susunan katanya menggunakan huruf ‘wawu’ athaf pada ungkapan wa ‘alaikum.

Intinya, bahwa dalam menjawab salam seperti yang dikatakan oleh imam An-Nawawie di atas adalah dengan mendahulukan khabar terlebih dahulu (yaitu mendahulukan kata ‘alaikum atau ‘alaika terlebih dahulu baru disusul dengan kata as-salam) dan di awal kata ‘alaikum atau ‘alaika ditambah dengan huruf ‘wawu’.

  • Dalil bahwa menjawab salam dimulai dengan huruf “wawu”

Ada banyak dalil yang menunjukkan bahwa menjawab salam adalah dimulai dengan mendahulukan khabar dan pada awalnya ditambah dengan huruf ‘waw’ diantaranya adalah sebagai berikut:

1.      Dari Abu Hurairah R.A, bahwasanya seorang laki-laki masuk ke dalam masjid dan Rasulullah Saw (pada saat itu) sedang duduk di salah satu sudut masjid. Lalu laki-laki tadi shalat (seusai shalat) ia mendatangi Nabi seraya mengucapkan salam kepadanya. Rasulullah Saw menjawab: Wa ‘Alaikas salam, kembalilah, ulangi shalatmu karena sesungguhnya engkau belum shalat… (H.R Bukhari 6251, Muslim 397).

2.      Dari Aisyah R.A ia berkata: Rasulullah Saw berkata kepadaku: ‘Jibril menyampaikan salam untukmu’.Maka saya pun menjawabnya: ‘wa ‘alaihis Salam wa rahmatullah wa barakatuhu’. (H.R. Al-Bukhari 3768, Muslim 2447).

  • Menyikapi jawaban salam malaikat kepada Adam

Jika memperhatikan isi hadits yang kami cantumkan pada awal pembahasan di atas yaitu tentang ucapan salam Adam kepada para Malaikat, maka kita mendapati bahwa Malaikat menjawab salam Adam tidak seperti apa yang disebutkan oleh Imam An-Nawawi yaitu menjawab salam dengan ‘Wa ‘Alaikumus Salam’ tetapi malaikat menjawabnya dengan kalimat ‘Assalamu ‘Alaika wa Rahmatullah’ (yaitu serupa persis dengan ketika melontarkan atau memulai salam). Menanggapi hal ini, ulama-ulama memberi beberapa jawaban atau beberapa kemungkinan untuk memahami teks hadits tersebut:

1.      Bahwa para Malaikat tidak bermaksud menjawab salam Nabi Adam, tetapi mereka mengajarkan kepada Nabi Adam tentang bagaimana cara memulai salam yang baik.

2.      Bahwa jawaban salam Malaikat itu berlaku pada syariat terdahulu sedangkan syariat kita berbeda dengan apa yang berlaku pada syariat terdahulu.

3.      Bahwa jawaban para malaikat itu menunjukkan bolehnya menjawab salam yang ungkapannya atau lafadhnya serupa dengan ketika memberi salam.

  • Jawaban yang paling unggul

Sebelum mengunggulkan salah satu dari tiga jawaban di atas, kami katakan bahwa hadits pengucapan salam Nabi Adam kepada para Malaikat dalam riwayat Al-Kasymihani disebutkan:’Lalu para Malaikat menjawab; Wa ‘Alaikas Salam wa Rahmatullah’, bukan dengan jawaban: ‘Assalamu ‘Alaika wa Rahmatullah’. Namun kebanyakan riwayat-riwayat menyebutkan dengan jawaban yang terakhir ini. (lihat dalam Fathul Bari 11/6).

Pendapat yang unggul dari tiga jawaban di atas menurut kebanyakan para ulama adalah jawaban yang ketiga bahwa ‘diperbolehkan menjawab salam dengan susunan kata yang serupa dengan susunan kata ketika memberi salam yaitu dengan ungkapan “Assalamu Alaikum wa Rahmatullah”.

Imam An-Nawawie (Lihat Syarah Muslim 17/1470) berkata: Dan diperbolehkan dalam menjawab salam dengan ucapan Assamu Alaikum dan tidak disyaratkan bahwa menjawab salam itu mesti dengan ucapan: Wa alaikumus Salam.

Ibnu Hajar (lihat Fathul Bari 11/6) berkata: Riwayat-riwayat yang banyak ini dijadikan dalil bagi mereka yang berpendapat bahwa menjawab salam dengan lafadh serupa dengan lafadh ketika memulai salam adalah mencukupi.

Al-Qadhi Abu Walid Sulaiman Bin Khalaf (lihat Al-Muntaqa syarah Muwattha 7/279), berkata: Dan sifat salam itu adalah seorang muslim mengucapkan Assalamu Alaikum dan orang yang membalas menjawab wa Alaikumus salam atau Assalamu Alaikum.

  • Kesimpulan

Jawaban salam Malaikat kepada Adam dengan ucapan ‘Assalamu ‘Alaika wa Rahmatullah’ adalah dalil bolehnya menjawab salam dengan lafadh: ‘Assalamu ‘Alaika wa Rahmatullah’. Mudah-mudahan jawaban ini dapat membantu menghilangkan tanda tanya di benak anda seputar hadits tersebut. Wallahu A’lam…

About these ads

5 Responses

  1. salam,adakah betul menjawab salam dengan
    cara wakalaikumsalam?

    • Tidak benar. Tidak ada satu hadits shahih pun yang menyatakan demikian. Yang benar adalah: Wa ‘alaikumussalam warahmatullah wabarakatuhu.

  2. Apakah tidak membaca di QS Al An’am ayat 54
    Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan[478], kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

    Salaamun ‘Alaikum…. itu salam yang di tentukan Allah… kok sukanya mengada2 di Hadapan Allah :p

  3. Mohon jawabannya

  4. ada yang menjawab salam dengan ” Wualaikum slm” itu bagaimana benar atau tidak..mohon jawaban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: