Posted on April 30, 2008 by ibnudahn
Soal:
Ada doa yang telah mendarah daging pada kehidupan kami, yaitu: “Allahumma barik Lana Fima Razaqtana Wa qina ‘Azaban Nar” namun saya menjadi ragu karena kata orang hadits tentang itu lemah! Benarkah, lalu apa gantinya? (Abdullah).
Jawab:
Hadits yang anda tanyakan kepada kami itu adalah hadits lemah yang diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dalam kitabnya “Amalul Yaum Wal-Lailah” no. [...]
Filed under: Fiqih | Tagged: do'a hendak makan, Edisi 052, Fiqih | Leave a Comment »
Posted on April 30, 2008 by ibnudahn
Soal:
Bolehkah bacaan tasbih, tahmid, dan takbir dibaca kurang dari 33 kali selepas sholat, ataukah hitungan yang demikian itu sudah ketentuan paten dari syariat? Pasalnya, kami terkadanga merasa bersalah (baca, kurang sreg) jika dzikir-dzikir tersebut kami baca kurang dari 33 hitungan. Harap diberi penjelasan. (Hamba Allah).
Jawab:
Para ulama sepakat akan disunnahkannya berdzikir setelah sholat. Sunnah [...]
Filed under: Fiqih | Tagged: bilangan tasbih takbir tahlil, Edisi 052, Fiqih | Leave a Comment »
Posted on April 27, 2008 by ibnudahn
Soal:
Umumnya para dukun yang kami ketahui, mereka mampu mengetahui kejadian-kejadian yang akan datang (seperti siapa yang bakal keluar menjadi kepala desa, membongkar pelaku pencurian, serta kejadian-kejadian lain yang bakal menimpa). Pertanyaannya, apa benar dukun-dukun dan para tukang ramal itu mengetahui ilmu ghaib? Bagaimana pandangan syariat terhadap ilmu yang dimiliki dukun tersebut, dan bagaimana pula hokum [...]
Filed under: Aqidah | Tagged: Aqidah, Dukun, Edisi 052 | 3 Comments »
Posted on April 26, 2008 by ibnudahn
Pertanyaan:
Kami masih dibingungkan dengan perbedaan antara air mani, madzi, dan wadi. Dan bagaimana cara bersuci dari ketiganya itu? (Abdullah).
Jawaban:
Air mani adalah lendir putih lagi kental yang keluar disebabkan karena syahwat, memuncrat ketika keluar, berakhir dengan kelemasan, serta memiliki bau yang menyerupai bau telor busuk. Sedangkan mani wanita berwarna encer kekuning – kuningan. Air mani adalah [...]
Filed under: Fiqih | Tagged: Edisi 025, Fiqih, perbedaan mani madzi wadi | 3 Comments »
Posted on April 26, 2008 by ibnudahn
Pertanyaan:
Apakah benar, bahwa bacaan duduk diantara dua sujud didalam shalat seperti dibawah ini adalah lemah. “Rabbi ighfirli warhamni wajburni warfa’ni warzuqni wahdini”. Harap dijelaskan dimana kelemahannya!
Jawaban:
Benar. Bahwa hadits yang anda tanyakan tersebut adalah lemah. Berikut naskah hadits yang anda tanyakan itu: Dari Ibnu Abbas ketika ia bermalam dirumah bibinya, Maimunah, dan shalat bersama Rasulullah Saw [...]
Filed under: Fiqih | Tagged: bacaan diantara dua sujud, Edisi 025, Fiqih | 1 Comment »