• Buletin Al-Ikhlash

    Diterbitkan Oleh:
    Seksi Dakwah Yayasan Pondok Pesantren Al-Ikhlash Wuluhan Jember.
    Penasehat:
    Ust.Ahmad Amar Syarif
    Pemimpin Redaksi:
    Ust. Muhammad Ayyub
    Pemimpin Usaha:
    Ibnu Muchsin Al-Rosi
    Dewan Redaksi:
    Ust. Ahmad Amar Syarif,
    Ust. Muhammad Ayyub,
    Ust. Hamzah Amali,
    Ust. Abdullah Muid.
    Sekretaris:
    Abu Owais
    Keuangan:
    Fredy
    Sirkulasi dan Distribusi:
    Abu Ismail, Ihsan,
    Alamat Redaksi:
    Pondok Pesantren Al-Ikhlash No.76, Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Indonesia. Telp (0336) 621286. Tromol Pos 01.
    Info Berlangganan:
    Infaq Rp.200/lembar Untuk luar kota pemesanan minimal @50 eks =Rp 50.000/bulan (Jawa) & Rp 55.000/bulan (Luar Jawa) - Sudah termasuk ongkos kirim. Rekening 8910152361 BCA a/n A.Hadiq. Hub: 081342298660.
    Layangkan Pertanyaan:
    Via SMS dan Telp ke (0331) 7804690
  •  

    January 2012
    M T W T F S S
    « Jul    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Meta

  • Spam Blocked

  • Kajian Salaf

Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Soal: Beberapa kelompok di daerah kami saling mengklaim bahwa kelompok merekalah yang paling ‘Ahlus Sunnah Wal Jama’ah’. Apakah hakikat yang sebenarnya dari ‘Ahlussunnah Wal Jamaah itu’? Mohon penjelasannya.  [Abdullah-Di Bumi Allah)

Jawab: Istilah Ahlussunnah wal Jama’ah merupakan frase [gabungan kata] yang terdiri dari tiga kata utama, yaitu ahlu, sunnah dan jama’ah. Ahlu artinya pengikut. Ahlussunnah berarti pengikut sunnah, sementara ahluljamaah berarti pengikut jama’ah. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan ahlussunnah dan ahlul jama’ah menurut tinjauan syari’at.

Pertama: Ahlussunnah

Secara bahasa kata As-Sunnah berarti sejarah [perjalanan hidup] dan jalan [metode] yang ditempuh. Ibnul Atsir dalam An-Nihâyah 2/223 berkata, ‘Dalam hadits berulang kali disebutkan kata as-sunnah dan

adalah para shahabat Radhiyallahu Anhum dan setiap orang yang menempuh jalan mereka dari kalangan tabi’in, lalu para ulama hadits, ulama fiqih dari satu generasi ke generasi selanjutnya sampai hari ini dan juga masyarakat secara umum yang mengikuti mereka, baik di belahan bumi barat maupun timur.’

KEDUA: AL-JAMA’AH

Secara bahasa ‘Jama’ah’ berarti kelompok dan bersatu; lawan katanya [antonimnya] adalah berpecah belah. Dalam hadits, banyak sekali disebutkan perintah untuk berjamaah dan larangan untuk berpecah belah, diantara hadits tersebut adalah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘…Sesungguhnya umat Islam ini akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali satu yaitu Al Jama’ah.’ [HR Ahmad 4/102, Abu Dawud 5/4597]

Adapun definisi Jama’ah menurut ulama ‘aqidah adalah generasi pertama dari ummat ini, yaitu kalangan shahabat, tabi’in serta orang-orang yang mengikuti dalam kebaikan hingga hari kiamat, karena berkumpul di atas kebenaran.’

Allamah Abdurrahman bin Ismail yang populer dengan panggilan Abu Syamah berkata, ‘Perintah untuk berpegang kepada jama’ah, maksudnya berpegang kepada kebenaran dan mengikutinya. Meskipun yang melaksanakan sunnah itu sedikit dan yang menyalahinya banyak. Karena kebenaran itu adalah apa yang dilaksanakan oleh jama’ah yang pertama, yaitu yang dilaksanakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para shahabat beliau Radhiyallahu Anhum. Tanpa melihat banyaknya pengikut kebathilan setelah mereka.’

Imam Asy-Syathibi Rahimahullah dalam ‘Al-I’tishâm 1/449’ berkata, ‘Sudah jelas bahwa jamaah dengan makna ini tidak mensyaratkan banyak sedikitnya pengikut, tapi yang disyaratkan adalah kesesuaiannya dengan kebenaran sekalipun diselisihi oleh mayoritas umat manusia.’

Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu, ‘Al-Jama’ah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun engkau sendirian.’

DEFINISI AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

Ahlussunnah wal Jama’ah adalah generasi shahabat, tabi’in, tabiut tabi’in dan seluruh ummat Islam yang mendasarkan hidupnya pada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman generasi shahabat serta menjadikan keduanya sebagai pedoman hidup. Mereka menjauhi perkara-perkara yang baru dan bid’ah dalam agama. Standar kebenaran mereka adalah Al-Qur`an dan As-Sunnah serta ijmâk yang merupakan kesepakatan para shahabat dan juga ulama mujtahidin yang terpercaya sesudah mereka.

KESIMPULAN

Dari sini jelaslah bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah adalah setiap muslim yang mengikuti jejak para sahabat. Ahlussunnah bukan monopoli golongan tertentu. Tidak benar jika sebagian kelompok umat Islam menganggap dirinya satu-satunya Ahlussunnah sementara kelompok lainnya bukan Ahlussunnah. Ahlussunnah juga bukan sekedar nama, tetapi lebih dari itu ia merupakan manhaj, jalan hidup para sahabat yang harus dipraktikkan. Ukuran apakah seseorang termasuk Ahlussunnah atau tidak? Jawabnya bahwa tidak setiap orang yang mengklaim dirinya atau kelompoknya atau organisasinya atau jama’ahnya sebagai Ahlussunnah, itu benar-benar Ahlussunnah. Karena terkadang mereka menamakan dirinya Ahlussunnah tetapi dalam amalannya mereka tidak sesuai dengan AlQur’an dan as Sunnah. Namun jika jalan hidup mereka sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para sahabat, maka mereka itulah Ahlussunnah wal Jama’ah yang sebenarnya. Wallahu A’lam.

Setan dibelenggu di bulan Ramadhan

Soal: Di dalam  hadits disebutkan bahwa pada bulan Ramadhan syaithan-syaithan pada di belunggu. Namun pada kenyataannya masih ada saja orang yang berpuasa melakukan kemaksiyatan. Mohon dijelaskan [Hamba Allah - Jember]

Jawab: Benar, setan-setan dibelunggu pada bulan Ramadhan. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, ‘Jika masuk bulan Ramadhan, maka pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setang-setan dirantai’ HR. Al-Bukhari 4/112 Muslim 1079.

Dan diantara tanda-tanda yang kita saksikan bahwa setan itu dibelunggu atau dirantai dibulan Ramadhan adalah banyaknya pelaku kemaksiyatan berhenti dari kemaksiyatannya dan bertaubat kepada Allah Ta’ala secara berbondong-bondong. Namun, mengapa tidak semua pelaku kemaksiyatan bertaubat? mengapa hanya sebagian besarnya saja? mengapa  masih ada saja  yang melakukan perbuatan tercela dibulan Ramadhan?

Salah satu diantara jawabannya adalah; lantaran syaithan yang dimaksudkan pada hadits shahih diatas adalah Al-Maradatu. Yaitu syaithan yang amat membangkang. Artinya, tidak semua syaitan dibelunggu, yang dibelunggu hanyalah mereka yang keras permusuhannya kepada manusia. Pemaknaan seperti ini sesuai dengan sabda Rasulullah Sallallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang lain, ‘Telah datang kepada kalian, bulan Ramadhan. Bulan penuh berkah, dimana Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syaithan-syaithan yang amat membangkang dibelunggu. Pada bulan itulah terdapat sebuah malam yang lebih utama bila dibandingkan dengan seribu bulan. Barangsiapa yang dijauhkan dari kebaikan bulan Ramadhan maka dia berarti telah dijauhkan dari semua bentuk kebaikan.’ [HR. An-Nasai 4/129 , lihat dalam Shahih At-Targhib 1/490]

Ada jawaban lain selain jawaban diatas, tetapi inilah jawaban yang lebih memuaskan. Wallahu A’lam.

Dajjal

Soal : Kami ingin mengetahui perihal Dajjal yang akan muncul diakhir zaman nanti. Tentang sifat-sifatnya dan cara menjaga diri darinya disaat ia benar-benar muncul nantinya. Jazakumullah atas jawabannya.

[Akhwat - Jember]

Jawab ;

Berbeda dengan golongan Khawarij, Jahmiyyah, dan sebagian Mu’tazilah yang mengingkari keberadaan Dajjal. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah [Ahlul Haq/Kebenaran] meyakini bahwa Dajjal atau Al-Masih Ad-Dajjal benar-benar berwujud. Ia suatu sosok tertentu. Dengan Dajjal, Allah menguji hamba-hamba-Nya. Allah memberikan kemampuan atas segala sesuatu kepadanya dari beberapa perkara yang dimampui oleh Allah Ta’ala berupa menghidupkan orang yang dibunuhnya, memunculkan keindahan dunia  dan kesuburannya, terlihatnya syurga, neraka dan dua sungainya, dimilikinya sumber-sumber kekayaan bumi, kepatuhan langit kepadanya [jika diperintahkan hujan maka langitpun menurunkan hujan], kepatuhan bumi kepadanya [kalau diperintahkan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, bumipun menumbuhkannya]. Semuanya itu terjadi dengan kekuasaan dan kehendak Allah Ta’ala. [Lihat Ensiklopedi Ijma’ oleh Sa’di Abu Habib dengan sedikit perubahan hal.73]. Read more »

Memelihara Jenggot

Jenggot atau didalam bahasa Arab disebut dengan lihyah adalah rambut yang tumbuh di atas kedua belah pipi dan dagu yang menurun dari cambang.

Jenggot adalah perhiasan dan tanda kesempurnaan bagi laki-laki. Allah benar-benar telah memperindah jasad laki-laki dengan jenggot yang ia miliki dan memperindah wanita dengan ketiadaan jenggot. Membiarkan jenggot tumbuh adalah termasuk dari salah satu fitrah yang diciptakan Allah Ta’ala untuk manusia sebagaimana yang disebutkan didalam hadits-hadits yang shahih. Read more »

Maulid Nabi

Soal: Apa hukum menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Shalallâhu ‘Alaihi wa Sallam dengan perayaan yang ala kadarnya seperti halnya berkumpul-kumpul untuk sekedar mendengar siroh [perjalanan hidup] Nabi, lalu sebagai penutup diadakan acara makan-makan, dan apakah benar bahwa tidak bermaulid tidak cinta Nabi Shalallâhu’ alaihi wasallam?

Jawab:
Ibnu Khalqan salah seorang sejarawan ternama, menyebutkan bahwa orang yang pertama kali merintis acara peringatan Maulid Nabi adalah Malik Al-Muzaffaruddin Al-Arbaly At-Turkumâny (salah seorang bawahan Sulthan Shalahuddin Al-Ayyubi). Hal itu terjadi pada awal abad ke-7 Hijiriah.
Tentang bagaimana suasana upacara maulid perdana pada masa itu, Ibnu Khalqan yang menyaksikan sendiri acara tersebut berkata: “….Seremoni itu dimulai pada malam Maulid (8 Rabi’ul Awwal), dengan membawa sejumlah onta, Read more »

Berkonsentrasi Pada Al-Qur’an

Imam Malik jika telah masuk di bulan Ramadhan ia meninggalkan bacaan hadits dan menutup majelis ilmunya dan ia berkonsentrasi membaca al-Quran melalui mushhafnya.

Hadits Lemah dan Palsu Bulan Ramadhan

Soal: ‘Bulan Ramadhan, awalnya adalah rah-mat, pertengahannya adalah pengam-punan dosa dan akhirnya adalah pem-bebasan dari api neraka’, shahihkah hadits ini? Dan harap diinfokan ten-tang hadits lemah terkait dengan bulan Ramadhan.’ [ Ta’lim Masjid Jami’ Wuluhan ]

Jawab: Banyak di antara kaum muslimin yang tidak begitu peduli dengan hadits-hadits Nabi yang hendak ia ucapkan atau amalkan. Mereka tidak mempersoalkan akan keshahihan dan kelemahan sebuah hadits. Bagi mereka, hadits shahih, lemah atau bahkan palsu sekalipun dianggap berke-dudukan sama. Sehingga kegemaran mereka terhadap hadits lemah dan palsu mengalahkan kegemaran mereka terhadap hadits-hadits shahih dan hasan. Lantaran di dalam Read more »

Setan Dibelenggu

Soal: Di dalam  hadits disebutkan bahwa pada bulan Ramadhan syaithan-syaithan pada di belunggu. Namun pada kenyataannya masih ada saja orang yang berpuasa melakukan kemaksiyatan. Mohon dijelaskan  [ Hamba Allah - Jember ]

Jawab: Benar, setan-setan dibelunggu pada bulan Ramadhan. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Jika masuk bulan Ramadhan, maka pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setang-setan dirantai” [ HR. Al-Bukhari 4/112 Muslim 1079]

Dan diantara tanda-tanda yang kita saksikan bahwa setan itu dibelunggu atau dirantai dibulan Ramadhan adalah Read more »

Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Soal: Beberapa kelompok di daerah kami saling mengklaim bahwa kelompok merekalah yang paling ‘Ahlus Sunnah Wal Jama’ah’. Apakah hakikat yang sebenarnya dari ‘Ahlussunnah Wal Jamaah itu’? Mohon penjelasannya. [Abdullah-Di Bumi Allah]

Jawab :

Istilah Ahlussunnah wal Jama’ah merupakan frase [gabungan kata] yang terdiri dari tiga kata utama, yaitu ahlu, sunnah dan jama’ah. Ahlu artinya pengikut. Ahlussunnah berarti pengikut sunnah, sementara ahluljamaah berarti pengikut jama’ah. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan ahlussunnah dan ahlul jama’ah menurut tinjauan syari’at.

Pertama : Ahlussunnah

Secara bahasa kata As-Sunnah berarti sejarah [perjalanan hidup] dan jalan [metode] yang ditempuh. Ibnul Atsir dalam An-Nihâyah 2/223 berkata, ‘Dalam hadits berulang kali disebutkan kata as-sunnah dan pecahan katanya. Asal maknanya adalah sejarah hidup dan jalan yang ditempuh.’ Read more »

Jamak Shalat Waktu Hujan

Soal: Hadits manakah yang menunjukkan bahwa shalat boleh di jamak waktu hujan? [03317804xxx]

Jawab: Hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah menggabungkan antara Dhuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya di Madinah tanpa ada sebab ketakutan maupun hujan.’ Abu Kuraib atau Sa’id berkata, ‘Aku bertanya kepada Ibnu Abbas, ‘Kenapa demikian?’ Dia menjawab, ‘Agar tidak memberatkan ummatnya.’ [HR. Muslim 705 dan Ahmad 1/223]. Diantara shahabat yang menjamak shalat diwaktu hujan Ibnu Abbas dan Ibnu Umar.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.